Tingkatkan Penetrasi dan Platform, Konvensi Keuangan Syariah Segera Digelar di Uganda

gomuslim.co.id- Wilayah sub-Sahara Afrika menjadi bagian penting dalam sejarah peradaban Islam di masa lampau. Perkembangan Islam dari masa ke masa terus menunjukan citra positif, tidak terkecuali bagi industri keuangan syariah. Pertumbuhan pesat ini tidak lepas dari kebijakan dan terobosan-terobosan baru pemerintah setempat dan lembaga terkait.

Selain itu, dorongan kebutuhan Afrika untuk mencari inovasi baru dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur juga menjadi alasan. Demikian sebagaimana publikasi dari East African Business Week. 

Dalam rangka memperkuat industri keuangan syariah, sejumlah Negara di Afrika berencana menggelar Sub-Saharan Africa Islamic Finance Convention di Uganda. Perhelatan yang akan digelar pada 6 April 2017 mendatang ini untuk meningkatkan penetrasi dan membangun platform industri keuangan syariah.

“Beberapa negara Afrika telah berupaya besar untuk mengembangkan industri keuangan syariah dengan menyusun sejumlah kerangka peraturan, termasuk mempromosikan peneritan sukuk. Tak hanya itu, mereka juga membuat kerangka kerja tata kelola keuangan syariah dan melakukan amandenen undang-undang pajak untuk memfasilitasi kegiatan keuangan syariah,” tulisnya dalam sebuah keterangan.

Ekspansi perbankan syariah di wilayah Afrika memberikan peluang pertumbuhan baru dan mendorong perdagangan serta pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Pada Konvensi Keuangan Syariah yang pertama pada 2016 lalu, telah berhasil mempertemukan 200 pelaku industri, 70 organisasi internasional, dan lebih dari 25 pembicara internasional yang fokus pada pembahasan mengenai Momentum Baru di Afrika.

Pada tahun ini, konvensi tersebut akan dihadiri oleh beberapa delegasi tingkat tinggi dari Kementerian Keuangan Uganda, Bank of Uganda, sektor swasta, kamar dagang dan industri syariah, serta lembaga keuangan syariah dari seluruh Afrika maupun internasional.

Sementara itu, di Eropa, satu persatu negara semakin banyak memanfaatkan produk keuangan syariah. Terbaru, Norwegia mulai menguji coba sistem pembiayaan halal. Storebrand, perusahaan yang beroperasi di Norwegia dan Swedia, belum lama ini meluncurkan sebuah kampanye mengenai program pembiayaan rumah secara syariah. Program ini diharapkan bisa memfasilitas warga muslim yang ingin memiliki rumah dengan pembiayaan halal.

Dengan skema ini, Storebrand akan mengubah model pembiayaan KPR dengan sistem perjanjian antara pemilik dan bank untuk bersama-sama membeli rumah dengan sistem sewa. Nantinya, rumah itu akan menjadi milik si pembeli. Tak disangka, kampanye tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak. Tak kurang dari 300 orang telah menyatakan minatnya dengan skema pembiayaan ini.

Organisasi Islam, Norwegia seperti Islamic Council of Norway dan pergerakan pemuda konservatif IslamNet mendorong para pengikutnya di akun Facebook untuk mendukung program ini.

Dalam pernyataanya, manajemen bank mengatakan bahaw pihaknya ingin mengetahui apakah hal tersebut bisa menjadi salah satu alternatif untuk orang-orang memasuki pasar properti yang harganya semakin mahal. “Produk ini cocok untuk orang muda, mahasiswa yang baru lulusm dan mereka yang tak bisa mengambil pinjaman karena alasan agama,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top