Dukung Pengembangan Pendidikan Islam, Limboto Akan Jadi Kota Peradaban

gomuslim.co.id- Kemajuan satu daerah tidak lepas dari peranan ilmu pengetahuan yang memadai. Ilmu menjadi hal utama dalam membangun sebuah peradaban di sebuah tempat. Besarnya potensi yang dimiliki setiap daerah tidak akan berkembang jika tidak dilandasi dengan ilmu pengetahuan.

Baru-baru ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mencanangkan Kota Limboto Kabupaten Gorontalo sebagai Madinatul Ilmi (Kota Ilmu atau Peradaban). Pencanangan tersebut ditandai dengan Menag memencet tombol sirine bersama Plt Gubernur Provinsi Gorontalo Zuhdan Arief Fakhrullah dan Bupati Gorontalo Nelson Pamolangi, Senin (23/01).

Pencanangan Kota Limboto sebagai Kota Perabadan ini dilakukan di GOR David Tonny Kabupaten Gorontalo bersamaan dengan Rakerwil Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Gorontalo serta pengukuhan 199 Guru Pendidikan Agama bukan PNS. Hadir dalam kesempatan ini tokoh agama dan masyarakat provinsi Gorontalo, Rektor IAIN Gorontalo, Kakanwil Provinsi Gorontalo, serta SKPD Pemprov dan Pemda Gorontalo.

Dalam sambutannya, Menag Lukman mengapresiasi pencanangan Kota Limboto sebagai Kota Ilmu atau Perabadan. Menurutnya, hal itu sangat relevan dalam konteks kekinian di mana kehidupan harus dilandaskan dengan ilmu. “Ilmu menjadi syarat kita mengembangkan, baik diri sendiri maupun masyarakat secara keseluruhan. Karenanya itu sangat strategis,” ujar Menag.

Menag berharap melalui pencanangan ini, Kota Limboto yang merupakan ibu kota Kabupaten Gorontalo bisa menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan. Hal itu menurutnya bisa diwujudkan dalam bentuk pendirian lembaga pendidikan formal dan juga bisa dicirikan dengan kehidupan masyarakat yang terdidik. “Ciri masyarakat terdidik adalah memiliki wawasan luas. Karena itu muncul kearifan dan kebijakan. Arif itu lebih luas dari sekedar tahu,” terangnya.

“Ada orang tahu, faham, dan arif. Arif itu tidak sekedar tahu dan faham, tapi juga bisa mengetahui dan memahami latar belakang dan dampak dari pengetahuan dan pemahamannya,” tambahnya.

Jika dikaitkan dengan kehidupan saat ini, pencanangan tersebut menurut Menag juga sangat strategis. Ditengah menguatnya semangat beragama, semangat mencari ilmu diharapkan dapat mengantarkan masyarakat pada pemahaman keagamaan yang semakin baik pula. “Semakin orang memiliki pengetahuan, maka semakin bijaklah dia. Kalau kita tidak arif, maka tidak hanya merusak kehidupan keagamaan tapi keutuhan bangsa juga terancam,” imbuhnya.

Bupati Nelson Pamolangi sebelumnya menyampaikan rencananya untuk membangun kota satelit pendidikan yang disebut Madinatul Ilmi. Menurutnya, Kabupaten Gorontalo sudah memiliki 3 Perguruan Tinggi, yaitu: Universitas Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, dan IAIN. Selain itu, dalam waktu dekat di Kabupaten Gorontalo juga akan dibuka Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo.

Di samping itu, di Provinsi Gorontalo juga ada 14 perguruan tinggi swasta lainnya. “Kami ingin sama seperti depoknya Jakarta. Di sana banyak perguruan tinggi sehingga ini bisa ikut memajukan ekonomi Gorontalo,” paparnya.

Selain perguruan tinggi, modal dasar lainnya dalam pencanangan Madinatul Ilmu ini adalah kehidupan masyarakat Gorontalo yang mayoritas (95%) beragama Islam ini rukun dan damai.

Sebagai informasi, Limboto adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Indonesia dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo. Limboto juga merupakan ibukota kabupaten Gorontalo. (njs/dbs)


Back to Top