Hindari Riba, Bank Storebrand Norwegia Konsepkan Program Pinjaman Halal

gomuslim.co.id- Berkembangnya perekonomian Islam menarik perhatian sebuah bank di Norwegia dalam menerbitan program peminjaman tanpa bunga dan dengan primsip-prinsip Islam. Setelah diluncurkan, ternyata banyak nasabah yang tertarik. Dalam hitungan satu pekan, lebih dari 300 orang menyatakan tertarik dengan pola tersebut. 

Bank Norwegia tersebut bernama Storebrand, memperkenalkan pola pinjaman itu sebagai ‘Pinjaman Halal'. Bank Storebrand beroperasi di Norwegia dan Swedia, meluncurkan website sebagai bentuk ajakan untuk menarik nasabah yang tertarik dengan pola itu. 

Dengan adanya pola pinjaman tersebut, banyak yang langsung tertarik memanfaatkan pinjaman untuk membeli rumah. Terutama mereka yang menghindari sistem pinjaman tradisional karena melanggar ajaran keyakinan mereka. 

Kendati demikian, dalam pemahaman hukum Islam, mengambil keuntungan dari bunga pinjaman dianggap haram atau dilarang. Namun dalam skema pinjaman halal di Storebrand, konsep pinjaman akan diubah jadi kesepakatan antara pemilik rumah dan bank tentang kepemilikan rumah secara bersama.

Kemudian pihak pemilik akan membayar sewa dengan besaran yang disepakati bersama hingga lunas dan rumah itu menjadi milik si penghutang. Dengan melihat antusiasme para calon peminjam, pihak bank menyatakan akan segera menghubungi setelah satu pekan.

Selain itu, Organisasi Islam Norwegia, seperti Islamic Council of Norway dan berbagai organisasi pemuda konservatif juga menyatakan ketetarikan untuk memanfaatkan skema pinjaman ini. Mereka juga mengajak follower di media sosial mereka untuk memanfaatkannya. 

"Kami ingin tahu bahwa ini bisa jadi cara yang berbeda bagi masyarakat untuk dapat memiliki rumah dengan harga yang bahkan lebih mahal sekalipun," demikian pernyataan Bank Storebrand dalam website mereka.

Dalam publikasi resminya dikatakan: ‘Produk ini mungkin cocok untuk orang muda, mereka yang baru lulus dan orang yang tak bisa mengambil jenis pinjaman biasa untuk cicilan karena pertimbangan keyakinan’.

Direktur komunikasi Bank Storebrand, Bjorn Erik Saetem mengatakan, Storebrand kini sedang mengevaluasi pasar potensial untuk pinjaman seperti ini dan melihat produk ini akan menjadi seperti apa.

"Sejumlah konsultan keuangan dari Inggris dan Malaysia juga sudah melakukan pendekatan dengan kami untuk membantu kami membangun tipe pinjaman ini," pungkas Saetem seperti yang dilansir dari publikasi Independent.

Skema pinjaman yang sama juga pernah dilakukan pula oleh Al Rayan Bank di Inggris pada tahun 2013. Al Rayan Bank menawarkan peminjaman tanpa bunga yang bisa dilanjutkan dengan sistem sewa tanpa bunga seperti cara pinjaman tradisional lainnya. 

Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai dengan adanya ulah sistem ekonomi konvensional, yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen profitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah, dengan instrumen profitnya, yaitu sistem bagi hasil.

Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada di tengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggung jawab kepada warganya.

Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. (nat/dbs)

 


Back to Top