Buka 24 Jam, Ini Restoran Burger Halal di Chicago AS

gomuslim.co.id- Makanan halal merupakan kebutuhan pokok bagi setiap Muslim. Di beberapa tempat, makanan halal menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk ditemui, apalagi jika di negara yang populasi Muslimnya masih minoritas. Langkanya rumah makan yang menyediakan menu halal menjadi peluang tersendiri bagi beberapa kalangan pengusaha.

Baru-baru ini, seorang Muslim berkewarganegaraan Bangladesh membuka restoran burger berkonsep halal di jalan Devon Avenue, Chicago, Amerika Serikat. Restoran bernama F3 Grill itu didirikan oleh Mohammad Adnan. Dia mengatakan salah satu alasan dia membuka restoran burger berkonsep halal adalah karena masih langkanya tempat makan seperti ini di sana.

Adnan mengaku cukup banyak Muslim, khususnya yang tinggal di sekitar Devon Avenue, tak memakan burger, bahkan sayap ayam sekalipun. “Biasanya mereka membeli produk itu (daging) sendiri dan memasaknya di rumah,” ujarnya, sebagaimana publikasi dari laman Dna Info, Senin (23/1) kemarin.

Menurut Adnan, di Devon Avenue memang belum ada restoran burger yang halal. Untuk itu dia mendirikan restoran tersebut. “Jadi saya juga melihat ceruk pasar untuk itu karena mayoritas umat Islam saat ini banyak yang mencari makanan halal,” kata Adanan.

Setelah membuka restoran halal, Adnan mengaku sangat berhati-hati dalam memilih daging yang memang dihalalkan Islam. Ia juga selalu memperhatikan proses penyembelihan hewan agar daging yang dihasilkan dan dibelinya terjaga kehalalannya. “Karena halal dalam Islam tidak hanya dari materinya, tetapi bagaimana proses sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk memberi kemudahan pada Muslim yang ingin memakan burger, Adnan membuka restorannya sejak pagi, yakni sekitar pukul 08:30 waktu setempat hingga sore hari. Pada akhir pekan, ia akan membuka restorannya hingga pukul 21:00 waktu setempat.

Sementara itu, di tempat berbeda, makanan halal kini juga bisa ditemui di restoran universitas Amerika ini, termasuk menu Indonesia. Bahkan mahasiswa bisa menikmatinya 24 jam. Restoran tersebut berada di University of California, San Diego.

Berdasarkan publikasi dari laman San Diego Union Tribune, kini restoran tersebut menyediakan makanan halal dan kosher. Bagi yang lapar di malam hari, kedua jenis makanan ini pun masih tersedia. UC San Diego jadi yang pertama diantara tempat makan University of California lainnya yang buka 24 jam sehari.

Bermula pada tahun 2014, anggota Union of Jewish Students dan Muslim Student Association di UC San Diego mulai membahas terbatasnya pilihan makanan bagi mereka di kampus. Akhirnya dibuatlah makanan yang cocok untuk pola makan Yahudi dan Muslim. Keduanya punya banyak kesamaan namun melibatkan beberapa perbedaan. Misalnya larangan pemakaian alkohol dalam makanan halal.

"Ini melibatkan pembelajaran, banyak pelatihan dan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh. Pertama, makanan konsher berarti seluruh bahan disetujui rabbi dan bersertifikat kosher. Tidak ada olahan susu di restoran kami. Lingkungan pun harus diawasi," jelas Leo Acosta, koordinator layanan makanan di House, Dining, Hospitality UC San Diego.

Wakil Presiden Muslim Student Association, Nadah Feteih mengatakan bahwa tempat makan di kampus sangat terbatas akan pilihan makanan halal. Namun ia menambahkan bahwa Oceanview dulunya sempat memberi beberapa pilihan makanan halal dan kosher sebelum renovasi.

"Saya pikir ini adalah langkah baik dimana lebih banyaknya pilihan (makanan) dan mengakomodasi kelompok lain di kampus. Seperti pelajar Muslim dan Yahudi yang dalam agamanya harus mengikuti pola makan tertentu. Saya pikir ini akan sangat membantu dan merupakan sebuah sikap benar-benar baik dari universitas untuk menyediakan ini," ungkap Nadah seperti dilaporkan UCSD Guardian (13/01).

Area makan terbagi tiga tempat (station). Ada Spice, yang menyediakan rotasi menu kosher dari Asia, Indonesia, Timur Tengah, Afrika Utara, Cajun dan masakan lainnya. "Ini semua makanan enak yang kosher," tambah Acosta.

Sementara area Third Kitchen sajikan pizza tanpa daging babi sebagai topping. Di tempat tersebut memang tidak diperbolehkan pemakaian daging babi. Sehingga pizza bisa dinikmati pengikut pola makan halal atau kosher. Menurut Acosta, restoran tidak bersertifikat halal tapi halal-friendly. "Di pizza station, kami menggunakan protein halal. Ada beef pepperoni, ayam halal dan chicken wings halal," paparnya. (njs/dbs)

 


Back to Top