Kurangi Masalah Jemaah Indonesia, Asosiasi Travel Umrah dan Haji Resmi Dibentuk

gomuslim.co.id- Sebuah Asosiasi Perkumpulan Travel Umrah dan Haji (Pratama) dibentuk oleh sejumlah pengusaha travel haji dan umroh pada Senin (23/01) di Hotel Borobudur, Jakarta. Hal ini dilatar belakangi banyaknya permasalahan jemaah umrah yang terlantar sehingga asosiasi ini diharapkan bisa membantu mewujudkan kemudahan bagi umat Islam dalam beribadah.

Ketua Umum Pratama Andika Surachman Siregar, menegaskan organisasi tersebut ingin membawa semangat kekeluargaan antaranggota. "Semua untuk satu, tujuannya untuk kemaslahatan umat," ujar Andika saat peluncuran Pratama.

Asosiasi tersebut diakui SK Kemenkumham bernomor AHU-0081514. AH.01.07 pada 27 Desember 2016, berencana akan melengkapi peran empat asosiasi sebelumnya, yaitu Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan dan Inbound Indonesia (Asphurindo), dan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).

"Saya rasa asosiasi baru ini lahir menjadi pelengkap, bukan kompetitor. Kami juga berniat menjadi mitra pemerintah, Kementerian Agama," Andika menegaskan.

Dia mengatakan saat ini Pratama baru diisi oleh pengurus inti. Untuk menyaring anggota saat peluncuran perdananya, Pratama mengundang 500 perusahaan travel haji dan umroh.

Sebanyak 500 industri travel haji dan umroh yang datang, ditargetkannya seperlima menjadi anggotanya. Dia mensyaratkan, anggota yang bergabung harus punya legalitas yang jelas. "Pratama tidak akan ada pungutan tidak jelas dan memberatkan anggota. Justru kami akan bantu jika ada kesulitan finansial," tambahnya.

Sementara itu di Jawa Timur sebanyak 35 pengusaha biro perjalanan haji dan umrah sudah membentuk asosiasi baru penyedia perjalanan haji dan umrah guna meningkatkan kualitas layanannya kepada setiap jamaah.

Dengan adanya asosiasi, Jawa Timur ingin mencari kesamaan kesepahaman. Ini bukan pure business tapi membantu jamaah supaya perjalanan haji atau umrah mereka dapat dilakukan dengan baik dan dilaksanakan oleh penyelenggara perjalanan haji dan umrah yang memiliki izin. Hingga saat ini di Jatim ada 44 perusahaan biro perjalanan haji dan umrah yang sudah mempunyai izin usaha.

Asosiasi juga berguna  untuk membenahi sistem layanan perjalanan haji dan umrah di Tanah Air. Penyebabnya, ada beberapa perusahaan perjalanan haji dan umrah yang memberikan janji manis kepada calon jamaah haji maupun umrah. 

“Kita mengetahui tidak sedikit pemberitaan tentang jamaah umrah terlantar, bahkan tertipu menjadi buah bibir. Bukan hanya jamaah yang menjadi korban, penyelenggara pun menjadi cibiran bahkan hujatan. Kami akan bersinergi dengan Kemenag dan kementerian terkait dalam melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan,” pungkas Andika. (nat/dbs)


Back to Top