Lewat Program 'Positive Action Team', Ibu dan Putrinya Jadi Polisi Berhijab Pertama di Skotlandia

gomuslim.co.id-  Beberapa tahun belakangan perkembangan Islam di Skotlandia mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan tersiar berita seorang ibu Muslimah dan putrinya akan menjadi petugas polisi berhijab pertama Skotlandia. Hal tersebut mereka lakukan etelah pihak berwenang mengijinkan penggunaan kerudung untuk seragam polisinya.

Aleena Rafi (19) putri dari ibu Muslim bernama Shafqat Rafi (50) mengatakan bahwa dirinya memiliki permintaan dalam mengenakan hijab dan hal itu diterima oleh pihak berwenang, dikatakannya dalam sebuah pidato di Tulliallan Polisi College, The Herald Scotland  demikian dilansir dari publikasi aboutislam, Senin (23/01).

“Mereka mengatakan hal itu tidak menjadi masalah, tapi nampaknya tidak konkrit di awalnya. Banyak masyarakatyang  memiliki stereotip tentang orang-orang dari etnis minoritas yang mengenakan hijab, mereka dinilai tertindas atau dipaksa untuk memakainya. Dan kini orang-orang akan melihat kita bisa melakukannya tanpa paksaan,” ujarnya.

Kini Shafqat Rafi dan Aleena Rafi dapat bergabung di kepolisisan Skotlandia setelah Kepala Polisi Skotlandia, Philip Gormley mengijinkan mereka kenakan hijab untuk meningkatkan keragaman dalam barisan polisi.

Program “Positive Action Team”  juga diluncurkan oleh pihak kepolisian sebagai bagian rekrutmen untuk menarik minat masyarakat dari berbagai latar belakang suku untuk menjadi polisi Skotlandia.

“Kadang-kadang orang hanya melihat hijab dari luarnya saja dan tidak melihat apa yang di dalamnya, agama kami mengajarkan kita untuk saling membantu. Islam berarti damai, ” ujar Shafqat.

Inspektur Ann Bell dari kepolisan Skotlandia mengatakan bahwa melonggarnya aturan mengenai seragam telah membantu meningkatkan daya tarik komunitas masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan agama untuk menjadi polisi.

“Setiap kali kami menyebutkan pengenalan hijab dalam seragam kepolisan di acara-acara tertentu, justru masyarakat banyak tepuk tangan, artinya mereka menerimanya dengan baik,” jelas Bell, yang kini tengah menjalankan Positive Action Team.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa hanya karena itu kita tiba-tiba akan menerima banyak remaja putri yang mengatakan mereka akan bergabung, namun hal ini tentunya menunjukkan kami terbuka untuk agar mereka melakukannya atas niat diri sendiri,” tambahnya.

Penduduk Edinburgh saat ini mencapai 480 ribu. Berarti ada dua persen di antaranya Muslim. Mereka hidup damai dan menjaga toleransi dengan warga lokal. Hal ini bisa dilihat dari aktivitas masjid yang dipenuhi warga lokal, termasuk kantin masjid. Edinburgh yang menjadi kota internasional dan memiliki masjid dengan arsitektur modern semakin menarik perhatian umat Muslim untuk datang dan tinggal di sana.

Diperkirakan, pada 2020 mendatang jumlah Muslim di kota ini, termasuk para mualaf, mencapai 15 ribuan orang,  jumlah yang cukup besar untuk sebuah kota seperti Edinburgh. (nat/dbs)

 


Back to Top