Berantas Berita Hoax, MUI Segera Keluarkan Pedoman Bermuamalah di Media Sosial

gomuslim.co.id- Penyampaian informasi di media sosial tengah menjadi sorotan belakangan ini, karena maraknya berita hoax yang dapat memecah belah antar umat, oleh sebabnya Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan pedoman bermuamalah atau bersosialisasi dengan menggunakan media sosial. Draft pedoman sedang disiapkan oleh Komisi Fatwa MUI.

Disampaikan oleh Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dalam kegiatan “Halaqah Bermuamalah dengan Media Sosial” di kantor MUI Pusat Jakarta, Senin (23/01) dihadiri pula oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara.

KH Ma’ruf Amin dalam kesempatan itu menyampaikan, saat ini masyarakat tidak mungkin tidak bermuamalah dengan media sosial yang didukung dengan sarana teknologi modern. Karena itu MUI merasa perlu memberikan pedoman agar media sosial yang digunakan dalam bermuamalah tidak menyebabkan mudharat.

“Di media sosial banyak yang menyebarkan fitnah dan berita bohong. Maka perlu kita buat pedomannya, yakni pedoman bermualamalah dengan medsos atau mu’amalah medsosiyah. Yang kita lakukan adalah dar’ul mafasid (mencegah mudharat) dari media sosial, dan kita ambil manfaatnya saja,” ujar Ma’ruf.

Terang Ma’ruf, pedoman itu sangat diperlukan umat, mengingat saat ini rasanya sudah tidak mungkin lagi untuk bermuamalah tanpa menggunakan media sosial. Tapi, Kiai Ma'ruf mengingatkan, tentu kebutuhan masyarakat terhadap media sosial harus dijaga agar tidak menimbulkan kerusakan.

Pasalnya, lanjut Ma'ruf, akhir-akhir ini media sosial ternyata banyak mengandung hal-hal buruk (hoax), sehingga diperlukan suatu panduan agar tidak bercampur fitnah dan berita bohong. Ia melihat, keresahan ini tidak cuma dirasakan MUI, tapi Presiden Joko Widodo pun sudah bereaksi atas banyaknya hoax.

"Makanya, Komisi Fatwa diminta menyikapi dan merumuskannya," ujar Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf menegaskan MUI selalu memiliki perhatian kepada masalah keumatan dan kebangsaan, dan kewajiban MUI untuk hadir saat masyarakat meminta petunjuk. Belakangan, hiruk pikuk media sosial turut menjadi perhatian MUI, termasuk untuk menghindarkan masyarakat agar tidak terprovokasi.

Sementara, Menkominfo Rudiantara mengatakan, pihaknya menyambut gembira rencana MUI mengeluarkan pedoman dalam bersosialisasi dengan media sosial. Ia juga menyatakan siap hadir dalam peluncuran pedoman tersebut dan mensosialisasikannya lewat jaringan media Kominfo.

“Jika diistilahkan, media sosial seperti pedang bermata dua. Kemanfaatannya sangat tergantung pada pemakainya sendiri,” imbuh Rudiantara.

Lanjutnya, saat ini pemerintah tengah melakukan upaya literasi dan sosialisasi agar masyarat dapat menggunakan media sosial dengan baik. Selain upaya tabayyun atau klarifikasi, masyarakat juga perlu memilah apakah informasi yang akan disebarkan melalui media sosial itu bermanfaat untuk masyakat. “Kalau kita menyebarkan ghibah itu kan kita berdosa,” katanya

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan saat ini draft pedoman bermuamalah dengan media sosial ini sudah mulai disusun dan setelah selesai akan segera diajukan dalam rapat dengan Dewan Pimpinan MUI. (nat/mui/dbs)


Back to Top