OJK Canangkan DKI Jakarta Sebagai Pusat Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Meningkatnya perekonomian syariah di DKI Jakarta mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) canangkan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah di tahun ini. Jakarta Islamic Financial Center terpilih menjadi tempat dikembangkannya kawasan khusus yang mendorong produk keuangan syariah dan merupakan awal untuk mewujudkan Indonesia sebagai sentra pengembangan keuangan syariah regional.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah M Syakir Sula mengutarakan jika ingin menjadikan sistem ekonomi syariah berjalan dengan baik di Indonesia, maka Jakarta harus mengimplementasikan pula sistem ekonomi syariah. Salah satu langkahnya adalah dengan mendirikan kantor pusat lembaga jasa keuangan syariah ke Jakarta.

“Mulai sistem perbankan syariah pusatnya di Jakarta kecuali BPD, lalu di asuransi sekarang ada 46 asuransi syariah, maka kalau mau mensyariahkan Indonesia di bidang asuransi tempatnya adalah di Jakarta,” ujar Syakir dalam Diskusi Ekonomi Syariah “Jakarta sebagai Pusat Keuangan Syariah”, Rabu (25/01).

Selain itu, Presiden Direktur Karim Business Consulting Adiwarman A Karim, mengatakan saat ini Indonesia sudah menjadi kiblat dunia untuk empat industri strategis. Maka, sekarang saat yang tepat untuk mendeklarasikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

“Mudah-mudahan Indonesia jadi pionir dalam mengembangkan keuangan syariah,” imbuhnya.

Lanjut Adiwarman, kini Indonesia sudah menjadi kiblat dunia untuk busana muslim. Jumlah pemakai hijab di Indonesia saja lebih banyak dari Arab Saudi. Selain itu, Indonesia pun sudah menjadi kiblat untuk makanan halal. Sekarang ada 38 negara di seluruh dunia yang mengikuti standar halal Indonesia dan juga menjadi kiblat dunia untuk Islamic fun and entertainment, seperti adanya karaoke syariah dan spa syariah.

Menurut Adiwarman, dengan penafsiran Islam yang sangat heterogen, maka Islamic fun and entertainment pun laku di Indonesia. Dan yang terpenting Indonesia juga menjadi kiblat dunia untuk keuangan syariah. umlah nasabah bank syariah ada 20 juta orang, ditambah nasabah asuransi syariah, reksa dana syariah, pegadaian syariah, multifinance, BMT dan koperasi syariah menjadi 40 juta nasabah.

“Angka itu lebih besar dari total penduduk di Brunei, Bahrain, Oman, Qatar, Malaysia, Singapura,” pungkasnya.

Dalam cakupan lebih kecil, ia pun mengharapkan DKI Jakarta ke depannya dapat mengimplementasikan konsep ekonomi syariah dalam skala kebutuhan masyarakat Jakarta. Contohnya usaha kecil yang dimodali menjadi pengusaha dengan menggunakan skim syariah atau menerapkan koperasi berbasis syariah.

Di sisi lain, kebutuhan akan musholla yang luas dan besar di pusat perbelanjaan akan turut pula menyokong aktivitas belanja dengan nyaman. Saat ini masyarakat cenderung memahami ekonomi syariah hanya lembaga jasa keuangan syariah saja, padahal sebetulnya semua kegiatan ekonomi yang didalamnya tidak ada ribawi itu ekonomi syariah.

“Jakarta luar biasa, ekonomi syariah harus jadi nafas pemerintah DKI Jakarta. Banyak yang harus diimplementasikan dan jadi contoh daerah lainnya,” tandas Syakir. (nat/mysharing/dbs)

 


Back to Top