Populasi Muslim Kian Menjamur di Negeri Gingseng

gomuslim.co.id- Selain bergeliat dalam mempromosikan wisata halal negaranya, Korea Selatan juga sangat aktif dalam aktivitas dakwah Islam. Hal ini terbukti dengan semakin bertambahnya populasi Muslim di Negeri Ginseng tersebut. Bertambahnya jumlah mualaf di Negara K-Pop itu tidak lepas dari peran beberapa komunitas muslim, salah satunya adalah Korea Muslim Federation (KMF).  

Menurut data mutakhir baru-baru ini, jumlah populasi Muslim di Korea Selatan telah mencapai 145 ribu-160 ribu orang. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 50 ribu di antaranya adalah penduduk asli Korea. Sedangkan, sisanya merupakan pendatang dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan negara-negara Timur Tengah.

Jumlah orang Islam di Korea Selatan tersebut mungkin terbilang kecil, hanya sekitar 0,4 persen, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Korea Selatan yang mencapai 47 juta berdasarkan sensus 2005. Namun, untuk rentang dakwah yang baru dimulai pada 50-an, jumlah ini sungguh fantastis.

Sedangkan data dari KMF menyebutkan bahwa jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120 ribu-130 ribu, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. “Jumlah orang Korea asli yang menganut agama Islam sekitar 45 ribu orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh,” ujar salah satu anggota KMF.

Khusus di Seoul, geliat dakwah Islam bisa dilihat dari derap kegiatan yang dilakukan KMF, sebuah lembaga dakwah Islam yang telah berdiri sejak 1967. Berpusat di Hannamdong Yongsangu, Seoul, KMF menggulirkan beragam aktivitas dakwah, di antaranya menerjemahkan dan mempublikasikan literatur-literatur Islam.

Dalam publikasi dari islamicmonitor, KMF juga menghelat seminar dan konferensi Islam bagi warga non-Muslim, membuka kursus bahasa Arab secara gratis, dan membuka kelas madrasah pada Ahad bagi anak-anak Muslim. “KMF pun menggelar pelatihan kepemimpinan bagi calon pemimpin Muslim serta mengirim siswa untuk belajar ke institut Islam di negara-negara Islam,” tulisnya.

KMF pun mendorong dibukanya cabang KMF di berbagai negara Islam yang menjadi tujuan bisnis warga Korea, yaitu Arab Saudi (di Jeddah), Kuwait, dan Indonesia. “Selama ini, KMF memfokuskan aktivitas dakwahnya pada pendidikan dan penelitian Islam. Seminar dan kuliah tentang Islam secara rutin diadakan di ruang konferensi Masjid Sentral Seoul,” tambahnya.

Aktivitas keakademisan ini mencapai puncaknya ketika diselenggarakan Seminar Islam Internasional di Seoul pada Agustus 1997. Berbarengan dengan seminar ini diresmikan juga Institut Kebudayaan Islam atau Korea Institute of Islamic Culture (KIIC).

Sebuah madrasah bernama Sultan Ibnu Abdul Haziz pun telah berdiri di Islamic Centre, Masjid Sentral Seoul. Madrasah berhasil didirikan pada Oktober 2001 berkat bantuan dana sebesar 300 ribu dolar AS dari Pangeran Kerajaan Arab Saudi, Sultan Ibnu Abdul Aziz.

Islamic Centre di Seoul ini menyelenggarakan pendidikan tentang Alquran, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Ada pula kelas khusus yang mempelajari semangat Islam dan hanya beranggotakan 15 siswa di tiap kelasnya. Nantinya, Islamic Centre ini diharapkan bisa berkembang menjadi Institut Pendidikan Islam. (njs/dbs)


Back to Top