Layani Mahasiswa 24 Jam, Kantin di Universitas California Sajikan Menu Makanan Halal

gomuslim.co.id- Kini menu makanan halal dapat dijumpai di restoran University of California, San Diego. Kampus ini menyediakan menu-menu makanan ramah Muslim, dan kosher termasuk menu makanan khas Indonesia. Pelayanan itu tak tanggung-tanggung, mahasiswa bisa menikmatinya selama 24 jam.

University of California, San Diego kini menjadi yang pertama diantara tempat makan University of California lainnya yang buka seharian penuh, seperti yang dilansir dari publikasi San Diego Union Tribune.

Resto itu bernama OceanView Terrace di Thurgood Marshall yang baru buka kembali Rabu (11/01) setelah direnovasi dua tahun. Saat pembukaan mahasiswa berkumpul di sana saat pembukaan untuk menikmati pizza, sajian Mediterania, salad dan kue-kue gratis.

OceanView Terrace juga menyediakan makanan halal dan kosher. Bermula pada tahun 2014, anggota Persatuan Mahasiswa Yahudi dan Asosiasi Mahasiswa Muslim di UC San Diego mulai membahas keterbatasan makanan di universitas bagi mahasiswa muslim dan Yahudi.

Dan akhirnya dibuatlah makanan yang cocok untuk pola makan Yahudi dan Muslim. Keduanya memiliki kesamaan namun melibatkan beberapa perbedaan, seperti larangan pemakaian alkohol dalam makanan halal.

Koordinator layanan makanan di House, Dining, Hospitality UC San Diego, Leo Acosta mengatakan jika hal tersebut perlu melibatkan pembelajaran, banyak pelatihan dan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh. Pertama, makanan kosher berarti seluruh bahan disetujui rabbi dan bersertifikat kosher.

“Tidak ada olahan susu di restoran kami. Lingkungan pun harus diawasi,” tukas Acosta.

Wakil Presiden Muslim Student Association, Nadah Feteih mengatakan bahwa tempat makan di kampus sangat terbatas akan pilihan makanan halal. Namun ia menambahkan bahwa OceanView dulunya sempat memberi beberapa pilihan makanan halal dan kosher sebelum renovasi.

“Saya pikir ini adalah langkah baik dimana lebih banyaknya pilihan (makanan) dan mengakomodasi kelompok lain di kampus. Seperti pelajar Muslim dan Yahudi yang dalam agamanya harus mengikuti pola makan tertentu. Saya pikir ini akan sangat membantu dan merupakan sebuah sikap benar-benar baik dari universitas untuk menyediakan ini,” papar Feteih.

Area makan di resto terbagi tiga bagian. Ada Spice, yang menyediakan rotasi menu kosher dari Asia, Indonesia, Timur Tengah, Afrika Utara, Cajun dan masakan lainnya.

Sementara area Third Kitchen sajikan pizza tanpa daging babi sebagai topping. Di tempat tersebut memang tidak diperbolehkan pemakaian daging babi. Sehingga pizza bisa dinikmati pengikut pola makan halal atau kosher.

Menurut Acosta, untuk restoran belum bersertifikat halal namun halal-friendly. “Di pizza station, kami menggunakan protein halal, ada beef pepperoni, ayam halal dan chicken wings halal,” ujarnya.

Sementara di area ketiga, Counter Culture, menyediakan makanan lebih ringan. Ada espresso, smoothies, acai bowl, pastry dan gelato dengan gelatin dari sapi. 

Seperti yang sudah diketahui bahwa ada persamaan antara makanan halal umat Muslim dengan Kohr yang ditentukan oleh rabbi dari Yahudi. Yaitu tidak boleh mengandung babi dan hewan yang bertaring. (nat/dbs)


Back to Top