Ini Saran Dokter untuk Calon Jemaah Lansia dalam Persiapan Ibadah Haji

gomuslim.co.id– Waktu keberangkatan ibadah haji memang masih beberapa bulan lagi, tapi persiapannya sudah masuk ke dalam beberapa tahap sejak akhir tahun 2016 lalu. Hal ini juga berkaitan dengan kesiapan masing-masing individu jemaah haji Indonesia dalam menyiapkan kesehatan fisik.  

Direktur Halimun Medical Center (HMC) dr. Briliantono M Soenarwo (SpOT) menyampaikan tips kesehatan untuk calon jemaah haji lansia yang mempunyai risiko kesehatan tinggi. Menurutnya, calon jemaah haji yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung minyak berlebih, seperti goreng-gorengan.

Selain itu, pola minum juga harus diatur. Menurut dokter ahli bedah ini, jemaah dianjurkan untuk minum delapan gelas setiap hari. Sebaiknya jemaah membawa botol berukuran 1,5 liter. Dalam sehari, air sebotol itu harus habis. Banyak minum dianjurkan pada pagi hari, dan dikurangi saat menjelang Maghrib. Selain itu, Menurut Direktur HMC ini, thawaf dan sai memiliki banyak manfaat. Manfaatnya adalah kondisi tulang menjadi bagus, kuat, lentur, dan oksigen cukup.

 

Kementerian Agama Republik Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2017. Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi narasumber pada seminar nasional yang diadakan Fraksi Partai Golkar di gedung DPR RI, Rabu (25/01).

Menurutnya, langkah persiapan pelayanan ibadah haji sudah dilakukan sejak awal. Hal ini karena kuota haji tahun ini sudah kembali normal dan bahkan mendapat jatah tambahan dari Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, penyedian akomodasi, transportasi, dan layanan katering jemaah di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Agama.  

Layanan yang sudah diupayakan di antaranya: mengusulkan perbaikan tenda kualitas tanda dan penyediaan listrik di Arafah, penambahan karpet di Muzdalifah, dan peningkatan toilet di Mina. Selain itu, putra mantan Menteri Agama Saifuddin Zuhri juga menyampaikan, Kemenag meminta kepada pihak Arab Saudi untuk menyediakan kursi roda bagi jemaah di jamarat, memberikan layanan emergency bagi jemaah yang sakit, serta upgrade layanan transportasi dari bandara ke pemondokan, baik di Mekah maupun Madinah.

Tantangan lain yang dihadapi Kemenag adalah keragaman karakteristik jemaah haji Indonesia. Berdasarkan data profil haji 2016, dari sisi usia, sekitar 61,3 % jemaah haji Indonesia berusia di atas 50 tahun. Sementara itu, usia jemaah haji yang di bawah 50 tahun hanya mencapai 38,7 %. Dari seluruh jemaah haji tersebut, tak kurang dari 27 % adalah berusia di atas 61 tahun. Artinya tidak sedikit jemaah haji Indonesia tahun 2016 yang sudah lanjut usia. Apalagi Menag menyampaikan bahwa jumlah jemaah haj dengan risiko tinggi mencapai 66,97. (ihs/dbs)


Back to Top