Wujudkan Lembaga Penelitian Produk Halal Bertaraf Internasional, UEA Bentuk 'Dubai Central Laboratory'

gomuslim.co.id- Kepedulian masyarakat Dubai akan komponen dasar kehalalan kosmetika mendorong pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) meluncurkan Dubai Central Laboratory (DLC) di kota Dubai, pada Rabu (25/01). DLC adalah sebuah layanan baru untuk meneliti dan menverifikasi kehalalan sebuah produk kosmetika.

Hal serupa juga telah dilakukan oleh Indonesia, yang lebih awal membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI). Lembaga ini telah sejak tahun 1989 menjadi wadah yang membantu berbagai produk makanan, obat-obatan dan kosmetika untuk memverifikasi kehalalannya.

DCL diluncurkan untuk memberikan perlindungan bagi komunitas dari bahan alami yang tak diinginkan dan metode yang digunakan oleh pabrikan yang tak sesuai dengan hukum syariah"pada sejumlah produk kosmetik. 

Pengujian produk halal DLC dilakukan dengan bantuan teknologi terbaik dan para ahli berskala internasional, seperti yang dilansir dari publikasi arabianbusiness.

Kini, produsen farmasi dan kosmetik di Dubai, semakin peduli akan komponen dasar kosmetik. Terutama pada pengembangan produk baru, seperti cat kuku yang bisa menyerap air agar bisa masuk ke permukaan kuku, pengembangan vaksin halal dan berbagai suplemen makanan. Diperkirakan umat Muslim akan menghabiskan anggaran sebesar $213 biliun pada 2021 untuk produk-produk ini.

Direktur Departemen DCL Amin Ahmed mengatakan, konsep halal seringkali dihubungkan hanya dengan produk makanan, DCL mengambil peran penting tersebut dengan menggunakan teknologi Fourier Transform-Infrared Spectroscopy untuk mendeteksi kehadiran lemak babi dan mengonfirmasinya dengan menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry.

"Layanan baru ini akan bermanfaat buat para konsumen produk kosmetik, penjual, pembuat undang-undang, dan lembaga-lembaga pemerintah. Standar halal ini adalah salah satu yang disyaratkan oleh Gulf Standard Specifications, yang menyebutkan bahwa produk tersebut bebas dari lemak babi dan berbagai turunannya," ujar Ahmed menerangkan.

Dubai Laboratorium Sentral didirikan pada tahun 1997 dengan tujuan mengintegrasikan semua laboratorium berafiliasi ke Dubai Municipality yaitu Food & Laboratory Lingkungan, Teknik Material Laboratory, Laboratorium Produk Konsumen, Inspeksi & Seksi Sertifikasi dan Metrologi.

Integrasi melambangkan model terbaik untuk perbaikan sistematis layanan yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan praktik terbaik global. Melalui DCL telah berkembang departemen pemerintah terbaik yang ditandai dengan transparansi organisasi, struktur administrasi dan teknis sistematis memiliki dinamika untuk mematuhi kemajuan terbaru.

DCL memiliki visi dalam mewujudkan lembaga pengkajian kelas dunia, guna menciptakan kota yang baik serta memberikan esensi kesuksesan dan kenyamanan hidup.  Laboratorium DLC memiliki ISO / IEC 17025 : 2005, standar internasional dikompensasi dengan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

Akreditasi layanan pengujian dan kalibrasi DLC yakni melalui Dubai Akreditasi Departemen (DAC), meskipun pada awal akreditasi adalah melalui United Kingdom Accreditation Service (UKAS) selama tiga tahun yakni pada tahun 2006 – 2009. (nat/dbs)


Back to Top