Inilah Program Sosial Dompet Dhuafa pada 2017

gomuslim.co.id- Kiprah Dompet Dhuafa dalam membangun dan mewujudkan lembaga kemanusiaan di Indonesia sudah banyak besumbangsih dalam mewujudkan kesejahteraan kaum dhuafa. Di tahun 2017 Dompet Dhuafa kembali menyiapkan terobosan baru mengenai program kerjanya yakni melalui model wakaf produktif dan bisnis sosial. Tujuannya, agar bisa menjadikan masyarakat miskin sebagai pemiliknya. 

Beberapa programnya adalah bidang wakaf, tahun ini Dompet Dhuafa berencana membangun tiga rumah sakit model wakaf di Indonesia seperti RS AKA Medika Sribhawono Kabupaten Lampung Timur, Lampung, yang baru diresmikan Sabtu (21/01).

Sementara di bidang bisnis sosial, Dompet Dhuafa berencana mendirikan sebanyak sepuluh minimarket pemberdayaan bernama Dayamart. Dayamart digagas sebagai model program pemberdayaan berbasis minimarket dengan tujuan utama memandirikan masyarakat mustahik.

Tentunya konsep Dayamart bukanlah sebagaimana bisnis murni, melainkan sosial bisnis. Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A Said mengatakan dalam mengarap program minimarket diharapkan dapat menjadikan masyarakat miskin sebagai pemiliknya, namun tetap dalam pembinaan dan proses manajemen yang profesional.

“Keuntungan usaha minimarket  ini juga disalurkan untuk membantu masyarakat miskin, memberikan diskon belanja kepada mustahik, memberikan modal usaha kepada warung kecil di sekitar Dayamart, serta menampung produk UMKM. Selama 2016, telah beroperasi satu Dayamart dan telah memiliki 50 penerima manfaat (UMKM dan wirausaha) di Padang, Sumatra Barat,” papar Ismail, Kamis (26/01).

Selain itu, Daya Mart juga memberdayakan kaum dhuafa sebagai karyawannya, mereka dilatih manajemen, sistem IT, marketing dan kerja tim yang baik.  Selain membina para mustahik untuk belajar bisnis ritel, Daya Mart juga melakukan pembinaan terhadap warung, kios dan lapau yang berada di sekitar minimarket ini.

Karena itu, pemberian nama minimarket ini ‘Daya Mart’ mempunyai alasan sendiri, yaitu agar kemudian masyarakat mustahik bisa berdaya dan mandiri melalui program tersebut. Para karyawan Daya Mart dibekali dengan pembinaan berupa manajemen dan modal usaha dalam bentuk suplai barang dengan harga yang lebih murah, guna terbentuk kemandirian kolektif dalam masyarakat.

Daya Mart juga memasok berbagai jenis produk dari distributor seperti minimarket pada umumnya. Meski begitu, Daya Mart yang berbasis nilai Keislaman tidak memasok produk yang dinilai haram dan merusak seperti minuman beralkohol dan rokok.

Ismail melanjutkan, bahwa penerima manfaat program Dompet Dhuafa pada 2016 berjumlah 1.832.066 jiwa. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 21,33 persen dari jumlah penerima manfaat tahun 2015. Jumlah penerima manfaat tersebut berasal dari empat pilar program Dompet Dhuafa, yakni sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Program-program Dompet Dhuafa tersebar di seluruh wilayah Indonesia 34 provinsi dan 41 negara di dunia. “Bila ditotal dari tahun berdirinya 1993, hingga 2016 lalu, penerima manfaat Dompet Dhuafa berjumlah 14.969.836 jiwa,” imbuh Ismail. (nat/dd/dbs)

 


Back to Top