Lestarikan Sejarah Islam, Pembangunan Museum Islam Jakarta Libatkan Kurator Louvre Paris

gomuslim.co.id- Jakarta Islamic Center (JIC) bekerjasama dengan Islamic Art Museum Louvre Prancis akan mendirikan Museum Islam Jakarta. Museum tersebut akan menjadi simbol peradaban Islam di wilayah DKI Jakarta.

Setelah menerima kunjungan dari delegasi JIC di Museum Louvre pada September 2015, Kurator Museum Louvre, Prancis, Yannick Lintz memenuhi janji untuk melihat langsung bangunan Museum Islam Jakarta di Koja, Jakarta Utara, yang berdiri di lahan seluas 11,3 hektare.

Dia turut membantu menyumbangkan ide dan masukan untuk pengembangan Museum Islam Jakarta yang berada di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC).

“Museum tersebut dapat menjadi simbol peradaban Islam di Jakarta, proyek ini benar-benar media edukasi bagi warga lokal maupun turis yang ingin mengetahui tentang Islam di Indonesia," ungkap Yannick di Institut Prancis Indonesia (IFI), Jakarta, Kamis (27/01) seperti dilansir dari publikasi Antara.

Lanjut Yannick, ada dua pekerjaan penting yang harus dilakukan JIC sebagai pengelola museum. Pertama, mengumpulkan benda-benda warisan sejarah dan budaya Islam di Jakarta. Kedua, JIC harus menyusun sebuah narasi sejarah untuk mengaitkan hubungan satu benda dan benda lain.

“Penyusunan sebuah alur cerita melalui benda sejarah yang dipamerkan akan lebih menarik minat pengunjung dan memudahkan mereka untuk memahami peristiwa sejarah Islam,” katanya.

Selain itu, konsep bercerita akan memudahkan para pengunjung khususnya anak muda, untuk mempelajari konteks dari setiap benda yang dipamerkan. “Sedangkan untuk pengumpulan koleksi sejarah dan budaya Islam, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan museum-museum yang memiliki koleksi serupa, melalui skema peminjaman jangka panjang atau membuat replika,” tambah Yannick.

Pihaknya siap bekerjasama lebih jauh dalam hal pertukaran warisan Islam bersejarah, jika pihak JIC telah memiliki proposal resmi dan anggaran yang benar-benar memadai untuk pembukaan Museum Islam Jakarta.

"Saya rasa prosesnya masih akan berjalan cukup lama. Untuk saat ini saya belum membayangkan untuk bekerjasama lebih jauh, namun hanya membantu dalam hal teknis dan gagasan," ujar peneliti sejarah seni Islam itu.

Menurut Kepala Bidang Sosial Budaya JIC Haerullah sebagai pengelola museum, pihaknya sedang dalam proses mempersiapkan konten serta narasi untuk Museum Islam Jakarta, yang dibantu beberapa sejarawan dan budayawan serta ahli pembangunan museum seperti Oman Fathurahman, JJ Rizal, dan Erwin Kusuma. Sedangkan narasi yang akan ditampilkan tidak lepas dari Islam moderat, ramah, serta memiliki unsur budaya Betawi yang kental.

"Tahun ini kami fokus membuat konten narasi dan mengumpulkan benda-benda sejarahnya, sementara untuk sumber tertulis kami sudah memiliki buku-buku yang berkaitan dengan pengembangan Islam di Jakarta," tandas Haerullah.

Benda sejarah atau peninggalan ulama yang masih berada di museum lain dapat dikumpulkan untuk menambah koleksi museum yang dikelola atas kerja sama JIC dan UPT Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta.

Rencananya, museum akan dilengkapi galeri untuk memfasilitasi koleksi dari museum lain yang bisa ditampilkan di Museum Islam Jakarta. "Kalau dari Louvre, boleh dipinjamkan benda-benda dari periode Utsmani khalifah Turki atau Malmuk periodesasi Mesir," tukas Haerullah. (nat/dbs)

 

 


Back to Top