Gambarkan Keberagaman Umat Islam di Indonesia, Ini Hasil Survei Alvara Research Center

gomuslim.co.id- Indonesia merupakan Negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Meski bukan Negara dengan hukum agama, namun Indonesia dikenal masyarakatnya yang religius. Hal ini menegaskan bahwa masyarakat tidak dapat terpisahkan dari kehidupan beragama. Agama mempunyai peranan penting dalam keberlangsungan hidup.

Baru-baru ini, Alvara Research Center melansir hasil survei tentang potret keberagamaan muslim Indonesia. Hasilnya, 95 persen muslim di Indonesia memandang penting peran agama dalam kehidupan sehari-hari. “Umat Islam Indonesia umumnya religius," ucap Pendiri Alvara, Hasanuddin Ali di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Senin (30/01) kemarin.

Hasan mengungkapkan ada sejumlah indikator yang dilihat untuk mengetahui sejauh mana agama berperan penting dalam keseharian. Beberapa di antaranya kehadiran di acara keagamaan, frekuensi menjalankan salat lima waktu, dan tingkat kesadaran terhadap organisasi kemasyarakatan Islam.

“Misalnya dalam hal kehadiran di acara keagamaan, 26,5 persen responden menyatakan beberapa kali dalam setahun hadir. Sebanyak 28,8 persen lain menuturkan seminggu sekali mendatangi acara keagamaan. Dan hanya 5 persen yang tidak pernah datang ke acara keagamaan,” papar Hasan.

Selanjutnya terkait dengan intensitas shalat lima waktu, 41,8 persen responden mengaku sering melakukan salat serta 22 persen selalu menjalankan shalat lima waktu dan kadang-kadang berjemaah. Hanya 0,9 persen responden yang mengatakan sama sekali tidak pernah melaksanakan salat.

“Sedangkan dalam hal kesadaran akan ormas Islam, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Front Pembela Islam menempati posisi tertinggi dalam hal popularitas. Ia mengatakan NU mendapatkan 69,3 persen suara dari responden, Muhammadiyah 14,5 persen, dan FPI 9 persen. Lalu disusul Lembaga Dakwah Islamiah (LDII) 35,5 persen. Lalu PERSIS 19,0 persen, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 13,5 persen dan Front Umat Islam (FUI) 9,8 persen,” jelas Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan latar belakang survei dilakukan tidak lepas dari semakin bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menyatakan, pada 2035, penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 305,6 juta.

Ia mengatakan Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu besarnya penduduk yang berusia produktif, mulai 2020. "Indonesia akan didominasi kelas menengah. Ciri kelas menengah ialah percaya diri, berani berpendapat, dan berpikir out of the box,” ungkapnya.

Sebelumnya, survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.626 responden yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Wawancara dilakukan pada 4 November sampai 1 Desember 2016, dengan komposisi 378 orang di Jawa, 975 di Sumatra, 48 Bali Nusra, 92 Kalimantan, 107 Sulawesi, dan 26 orang Malpapua. Adapun metode yang digunakan ialah multistage random sampling dengan margin error sebesar 2,47 persen. Survei dilakukan terhadap responden usia 17 sampai 65 tahun.

Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan kurang puas dengan pemahaman Islam para responden dalam survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center. Ia menilai, dari hasil survei, terlihat pemahaman responden terhadap Islam masih relatif rendah. Meski demikian, dirinya bersama NU tengah giat-giatnya mengenalkan Islam sebagai agama yang toleran. (njs/dbs)


Back to Top