Bidik Nasabah Kelas Menengah Atas, Bank Muamalat Luncurkan Produk Prioritas Syariah

gomuslim.co.id- Perbankan syariah di Indonesia terus melakukan inovasi demi mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Beragam layanan serta produk pun menjadi salah satu strategi untuk memberikan kenyamanan kepada para nasabah. Dalam hal ini tidak terkecuali bagi PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) Tbk.

Baru-baru ini, bank syariah pertama di Indonesia itu telah meluncurkan layanan Muamalat Prioritas. Produk tersebut merupakan layanan premium dengan konsep syariah yang disediakan untuk segmen nasabah menengah ke atas. Hadirnya layanan ini menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk selalu menghadirkan produk dan layanan prima.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman beberapa waktu lalu. Menurutnya, produk tersebut baru bisa meluncurkan layanan prioritas karena tahun lalu masih berkutat dengan rekomposisi dana. “Layanan premium ini memberikan berbagai kemudahan, kenyamanan dan keistimewaan bagi para nasabah,” ujarnya.

Endy mengatakan pihaknya penting untuk hadir dekat dengan nasabah untuk menjawab segala kebutuhan. Tahun lalu, kata dia, Bank Muamalat berhasil menurunkan biaya dana (cost of fund) sebesar 1,2 persen. “Funding kami tetap selektif dengan berusaha mengimbangi cost of fund yang akan terus kami usahakan untuk turun,” ungkapnya.

Menurut Endy, bank harus menekan cost of fund agar pembiayaan bisa lebih kompetitif. Dia menilai bahwa dari sisi likuiditas masih aman. Namun, dia mengakui bahwa bank juga tidak ingin kelebihan likuiditas. Sebab, penurunan cost of fund bisa terhambat.

Endy menambahkan, peluncuran layanan premium ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kinerja perseroan, khususnya dalam meningkatkan target penghimpunan dana di tahun 2017 sebesar Rp 300 miliar, baik dalam bentuk tabungan, giro maupun deposito. “Untuk itu, Mualamat Prioritas juga diharapkan dapat meningkatkan akuisi nasabah baru serta mengembangkan perolehan fee based income dari transaksi nasabahnya,” tambahnya.

Kondisi loan to deposit ratio (LDR) Bank Muamalat tahun lalu cukup besar, yakni 95 persen. “Pertumbuhan pembiayaan tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun ini, kalau pemerintah targetkan pertumbuhan kredit 9-12 persen, kami target 10 persen,” ungkapnya. Manjakan Nasabah Kaya, Bank Muamalat Luncurkan Muamalat Prioritas

Lebih lanjut, di tahun ini Muamalat Prioritas akan turut menghadirkan layanan dan produk premium untuk investasi, dan bancassurance. Kedepannya Muamalat Prioritas ditargetkan untuk segera tersedia bagi seluruh nasabah potensial yang berada di wilayah wilayah lain di luar Jakarta.

Muamalat Prioritas dikhususkan bagi nasabah individu premium dan nasabah existing Bank Muamalat. Layanan ini juga dapat dinikmati oleh calon nasabah potensial yang telah menempatkan dananya dalam jangka waktu minimal tiga bulan dengan nominal minimal Rp 500 juta di dalam tabungan, deposito, dan investasi.

“Para nasabah yang memperoleh kartu eksklusif Muamalat Prioritas dapat bertransaksi di seluruh dunia dan mengantongi beragam manfaat istimewa," ujar Direktur Konsumen dan Bisnis Ritel Bank Muamalat Purnomo B Soetadi.

Lanjutnya, tidak hanya di Indonesia, nasabah pemegang kartu ini dapat bertransaksi secara leluasa di jaringan ATM MEPS di Malaysia dan Jaringan ATM Visa di seluruh dunia. Nasabah dapat menikmati fasilitas bebas biaya untuk penarikan tunai di ATM Visa atau Plus di Arab Saudi. Nasabah Mumalat Prioritas juga dapat menikmati layanan lounge yang memiliki layanan quick service tanpa antre untuk transaksi perbankan. 

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif tinggi mendorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah atas di Indonesia. Hal ini dinilai sebagai kesempatan untuk mengembangkan layanan produk premium, dan BMI memahami keistimewaan nasabahnya dan mewujudkan dengan memberikan layanan premium syariah.

Produk ini tentu saja mengacu pada ketentuan yang sudah di atur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Instruksi No. S-229/PB. 132/2016 tanggal 30 September 2016, tentang aktivitas baru layanan prima untuk perbankan di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara emerging market yang terus bertumbuh. Ekonomi Indonesia masih bisa bertumbuh di atas 5 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang tercatat hanya 3,1 persen. (njs/dbs)


Back to Top