Makin Populer, Dua Negara Ini Jadi Pusat Perkembangan Keuangan Syariah di Eropa

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah terus mengalami pertumbuhan di Eropa. Meski dengan penduduk muslim yang masih minoritas, namun sistem syariah di sektor perbankan dan industri keuangan syariah lainnya semakin populer dan diterima masyarakat di benua biru tersebut. Saat ini, setidaknya ada dua negara yang menjadi pusat perkembangan keuangan syariah di Eropa.

Aset keuangan syariah di seluruh dunia saat ini diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 3,5 triliun pada 2021 dari sebelumya US$ 2 triliun. Sistem berlandaskan syariat Islam ini tidak hanya diminati oleh kalangan muslim saja, tetapi juga telah menembus kehidupan masyarakat non muslim.

Menurut publikasi Arabnews, yang mengutip laporan Thompson Reuter's Islamic Finance Development “Resilient Growth” pada 2016 lalu tercatat saat ini telah ada 622 institusi di seluruh dunia yang menyediakan pendidikan keuangan syariah. Negara di benua Eropa menunjukan minat yang besar pada pendidikan keuangan syariah. Saat ini 109 institusi menyediakan pendidikan keuangan syariah dengan 63 di antaranya berada di Inggris.

Inggris menjadi negara non muslim pertama yang menerapkan sistem ini dengan mendirikan bank berbasis syariah pertama di tanah Eropa dan di kalangan negara-negara Barat, yaitu Islamic Bank of Britain (IBB). Negeri Ratu Elizabeth ini sendiri pertama kali menerbitkan surat utang syariah bernilai USD 250 juta.

Head of Islamic Finance kawasan Eropa dari Norton Rose Fulbright, Farmida Bi mengatakan bahwa keuangan syariah diminati investor yang menguatakan etika. Selain itu, kata dia, mereka yang ingin membuat bisnis yang sesuai prinsip syariah. “Mereka tertarik dengan peluang pembiayaan yang ditawarkan keuangan syariah, baik sebagai investor maupun sebagai upaya merespon pemintaan dari masyarakat muslim,” ujarnya.

Inggris yang menjadi tempat tinggal bagi 3 juta muslim, memimpin industri keuangan syariah di Eropa. Di negara ini telah berdiri bank umum syariah, Al-Rayan Bank yang sebelumnya bernama Islamic Bank of Britain. Keuangan syariah menunjukan perkembangan pesatnya dalam 10 tahun terakhir. Salah satu gedung tertinggi di Eropa, disebutkan dibiayai oleh instrumen yang menerapkan prinsip syariah.

Selain Inggris, keuangan syariah juga menarik perhatian Spanyol. Salah satu sekolah ternama di negeri ini, IE Business School, telah memiliki pusat pendidian yang menjadi pusat pendidikan dan penelitian keuangan syariah .

General Coordinator dari Saudi-Spanish Center for Islamic Economics and Finance (SCIEF), Gonzalo Rodríguez mengatakan masih ada kekurangan pengetahuan tentang keuangan syariah. “Setelah krisis keuangan (2008), bank yang menerapkan etika dalam bisnisnya semakin populer, terutama di kalangan generasi muda,” katanya.

Meski pendidikan tentang keuangan dan perbankan syariah belum terlalu banyak di Spanyol, model ini justru semakin populer di kalangan mahasiswa keuangan yang berharap bisa mendapatkan pengalaman internasional. “Kajian tentang keuangan syariah ini cukup popular di kalangan muda,” tandasnya. (njs/dbs)


Back to Top