Jadi Program Praktikum, Mahasiswa Universitas Djuanda Kembangkan Produk Sabun Halal

gomuslim.co.id- Produk halal menjadi kebutuhan setiap umat Islam di seluruh dunia. Pemilihan dan kehati-hatian pada produk halal tidak hanya sebatas minuman dan makanan saja. Secara lebih luas, produk halal juga mencakup obat-obatan dan kosmetik atau alat kecantikan termasuk di dalamnya sabun mandi.

Baru-baru ini, Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat mengembangkan produk Sabun kecantikan alami dan halal. Produk sabun halal ini merupakan kelanjutan dari kegiatan praktikum sebelumnya pada mata kuliah industri minyak dan oleokimia.

Dosen TIP Universitas Djuanda Fina Uzwatania mengatakan mahasiswa diharapkan mampu membidik pasar wisatawan yang sering berkunjung ke Bogor. “Produk alami dan halal merupakan prioritas yang menjadi ciri khas produk yang dikembangkan mahasiswa TIP Universita Djuanda,” ujar Fina.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan hanya berbahan baku minyak kelapa yang sudah tersertifikasi halal, larutan Natrium hidroksida, tambahan pewangi alami dan pewarna makanan, sabun kecantikan alami ini dibuat dengan proses dingin tanpa adanya pemanasan seperti proses pembuatan sabun pada umumnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Universitas Djuanda Bogor Aditia Ginantaka menturkan produk tersebut dikembangkan sebagai bagian dari pengembangan softskill mahasiswa yaitu kewirausahaan berbasis teknologi. “Kami mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan praktikum menjadi kegiatan bisnis” ujar Aditia.

Selain itu, kata dia, sabun mandi merupakan kebutuhan primer setiap orang yang digunakan sebagai pembersih dan perawat kulit. Pada sebagian orang yang sensitif beberapa bahan tambahan pembuat sabun justru dapat menyebabkan masalah kulit, seperti sodium lauryl sulfate (SLS).

“Oleh karenanya, mahasiswa TIP Unida membidik segmen pasar ini dengan mengembangkan produk sabun alami tanpa bahan kimia yang berpotensi sebagai alergen pada kulit orang sensitif. Kota Bogor yang menjadi salah satu destinasi wisata domestik maupun manca Negara,” kata Aditia.

Para wisatawan tak hanya mengunjungi destinasi wisata, namun juga menjadikan Kota Bogor sebagai tempat istirahat. Aditia mengatakan kondisi ini dijadikan peluang untuk memasok produk kecantikan berupa sabun perawatan tubuh dengan konsep sabun alami. “Ini menjadi kesempatan bagi mahasiwa untuk sekaligus mempromosikan sabun halal kepada wisatawan,” ungkapnya.

Menurut Aditia, tidak adanya proses pemanasan pada saat pembuatan sabun, menjadikan sabun ini menjadi ramah lingkungan. Hal demikian karena mampu meminimalisir emisi karbon akibat penggunaan bahan bakar saat proses pengolahan.

Untuk diketahui, sabun mandi merupakan salah satu yang secara langsung menempel pada kulit setelah mandi. Jadi kehati-hatian dalam memilih produk sabun dari benda atau zat yang haram bersifat najis menjadi hal utama. Karena jika sabun yang dipakai tidak halal artinya tubuh kita justru terlumuri zat najis. Akibatnya ibadah lain menjadi tidak sah untuk dilaksanakan. (njs/dbs)

 


Back to Top