Masjid Cologne Jadi Simbol Kekuatan Umat Muslim di Jerman

gomuslim.co.id- Diperkirakan saat ini jumlah umat Islam di wilayah Cologne mencapai 10 persen dari total populasi. Jumlah penduduk Muslim di Cologne merupakan yang terbanyak di seluruh kota di Jerman.

Mayoritas warga Muslim di Jerman ini merupakan keturunan Turki. Sebab, negara dengan penduduk Muslim terbesar di Eropa itu berbatasan langsung dengan Jerman. Bahkan, banyak keturunan Turki yang akhirnya menjadi warga negara Jerman.

Karena itu, masyarakat Kota Cologne membangun masjid yang dinamakan Masjid Cologne, bangunan ini akan menjadi masjid terbesar di Jerman. Beberapa tahun terakhir pertumbuhan jumlah masjid di Jerman dapat dikatakan cukup pesat. Jika di tahun 1990, hanya ada tiga buah masjid di negara tersebut.

Penulis buku ‘Mosques in Germany: Religious Home and Societal Challenge’ Claus Leggewie, mengatakan saat ini masjid di Jerman mencapai 164 masjid, dan akan menjadi 200 masjid dalam waktu dekat dengan dibangunnya masjid-masjid baru di seluruh penjuru Jerman.

Dengan adanya masjid, maka diharapkan mampu melayani sekitar 3,5 juta penduduk Muslim Jerman yang kebanyakan asal Turki. Jumlah populasi Muslim sebanyak itu menempatkan Jerman sebagai negara kedua di Eropa setelah Prancis dengan jumlah warga Muslim terbanyak.

Juru bicara The Muslim Coordinating Council, sebuah lembaga asosiasi organisasi-organisasi Muslim di Jerman, Ali Kizilkaya ,berpendapat hal tersebut merupakan angin segar bagi umat Muslim Jerman yang selama ini hanya bisa melaksanakan shalat berjamaah di tempat yang kurang layak, pembangunan masjid-masjid ini tentu saja membuat mereka bahagia.

''Ini merupakan sinyal yang sangat penting untuk menunjukkan bahwa umat Islam di Jerman adalah bagian dari masyarakat Jerman, begitu juga dengan masjid,'' tukas Ali, seperti yang dilansir oleh Islamonline.

Sementara Nalan Cinar dari Ehrenfeld, kawasan multietnis yang menjadi lokasi Masjid Cologne menyatakan, hal ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. “Ini adalah era keemasan bagi meningkatnya jumlah masjid di Jerman. Perasaan memiliki sesuatu yang indah tidak ternilai harganya,'' ujar Cinar.

Meski banyak pihak dari kalangan non-Muslim menentang keberadaan bangunan masjid baru di Jerman, namun tidak sedikit juga dari mereka yang menyatakan dukungannya. Sementara itu wartawan dan pemimpin portal Kristen Rolf Kreger, berpendapat, jika masjid-masjid kecil diganti dengan masjid-masjid besar dan warga Muslim bisa shalat berjamaah pada siang hari, justru akan lebih baik bagi keamanan Jerman.

''Yang mereka takutkan sebenarnya bukan masalah kekuatan Islam, tapi mereka takut untuk mengakui bahwa agama Kristen kini sedang mengalami penurunan drastic di Eropa,'' tulis Kreger dalam komentarnya terkait perdebatan rencana pembangunan masjid di Cologne seperti dikutip Europenews.

Populasi Muslim Jerman sebagian besar terdiri atas orang Turki yang datang ke Jerman pada akhir 1960-an sebagai pekerja tamu dalam era pembangunan pascaperang di negara tersebut.

Kemudian banyak dari mereka yang menetap dan membentuk organisasi-organisasi komunitas, meningkatkan kesejahteraan ekonominya, dan akhirnya memutuskan bahwa ruangan shalat sederhana yang berada di belakang jalan tidak lagi cukup, selanjutnya mereka mendirikan masjid-masjid berkubah.

Awalnya, masjid cenderung didirikan di daerah-daerah pusat industri, kini mereka dibangun di tengah-tengah komunitas penduduk suatu lingkungan, seperti yang terjadi pada bangunan Masjid Cologne. (nat/dbs)


Back to Top