Pemuda Ini Beri Pendidikan Generasi Muslim di Ambon dengan Kegiatan Safari Dakwah

gomuslim.co.id- Umat Muslim di Maluku masih menjadi perhatian tersendiri bagi seorang ustadz asal Ambon bernama Izal Rumaday, ia tergerak untuk membangun rumah tahfidz quran, khusus untuk anak-anak dari Maluku.

Saat dirinya kembali ke Ambon tahun 2013 silam, dengan membawa misi safari dakwah ia melihat  umat Muslim di daerah tersebut tingkat keislamannya masih goyah, maka hatinya tergerak untuk membentuk nilai keislaman, dan itu dimulai dari membentuk generasi muda Ambon.

“Saya memfokuskan kepada anak-anak yatim di sana agar mereka jadi hafiz Quran. Kalau mereka jadi hafiz Quran, maka otomatis mereka akan cerdas dan moral mereka pasti terbentuk. Selain itu, yang utama, adalah tingkat keimanan mereka yang harus kuat,” ungkap Izal Rumaday. 

Izal menilai jumlah umat Muslim di Ambon cukup banyak dan tidak bisa disebut minoritas. Namun, karena yang diekspose itu lebih sering non-Muslimnya, maka masyarakat menganggap orang Ambon itu pasti non-Muslim, namun kenyataannya tidak.

“Hanya saja memang nilai keislaman di sana masih sangat minim. Sampai ada beberapa kampung di sana yang warganya mayoritas Muslim, tapi setiap shalat Jumat, masjidnya kosong, itu sangat disayangkan," tandasnya.

Pada awalnya Izal membawa empat anak dari Ambon ke Jakarta dan mereka di didik menjadi penghafal Quran. Langkah ini, dinilainya agar mereka bisa membangun nilai keislaman di Ambon.

Hingga saat ini, sudah ada 28 anak yang kami bawa, diantaraya berusia 5 sampai 18 tahun. Alhamdulillah banyak perubahan dari sikap mereka dan keimanan mereka. Pada bulan Februari ini Insya Allah akan datang 15 anak-anak calon penghafal Quran dari Ambon.

“Memang saat ini anak-anak Ambon masih di sekolahkan di pesantren yang berkerja sama dengan dirinya. Di antaranya sekolah tahfidz Alquran Jonggol pimpinan Ustaz Bahtiar Natsir, Pesantren Annaba di Cianjur, dan pesantren Binallah di Rawamangun,” kata Izal.

Bersama rekannya, ia tengah membangun rumah tahfidz untuk anak-anak di Ambon. Terkait surat izin sudah mereka kantongi. Namun, gedung masih dalam proses pembangunan agar layak untuk mereka tempati.

Anak-anak Ambon yang mereka didik berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Sera, Kelimuri, Miran, Kelibingan dan Matlean. “Banyak hambatan yang di hadapi untuk membawa anak-anak Muslim Ambon ke Jakarta. Pertama dari meyakinkan keluarga meraka, perjalanan ke Ambon dengan kapal laut sangat berisiko, bahkan jarak dari kampung ke kampung itu harus di tempuh dengan perahu dan memakan waktu kurang lebih 2 jam,” tutur pria kelahiran 1992.

Izal tetap berharap, upaya yang ia dan rekan-rekannya lakukan akan membuahkan hasil yang setimpal. Halangan bukan menjadi alasan untuk membangun generasi dakwah Ambon yang hafiz Quran.

“Dengan cara seperti ini, kami berharap umat Islam Ambon bisa dikenali identitasnya dan jati diri keislamannya semakin kuat,” kata Izal meyakini. (nat/dbs) 


Back to Top