Ini 6 Kendaraan yang Dibolehkan Masuk Lingkungan Masjidil Haram

gomuslim.co.id -  Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memiliki undang-undang khusus terkait lalu lintas di lingkungan Masjidil Haram. Ada waktu khusus di mana kendaraan dilarang melalui lingkungan Masjidil Haram. Departemen Lalu Lintas Ibu Kota Arab Saudi menjelaskan bahwa hanya mobil yang mengantarkan para Imam Masjidil Haram dan para muazinnya yang diperbolehkan melewati lingkungan Masjidil Haram dalam waktu khusus.

Seperti dilaporkan Alarabiya, Masjidil Haram saat ini memiliki 19 imam dan muazin untuk memimpin salat lima waktu di antara jutaan jemaah. Sementara itu, Juru Bicara Lalu Lintas Ibu Kota Arab Saudi Fawzi Al-Ansari menjelaskan bahwa seluruh kendaraan para Imam Masjidil Haram dan muazinya tidak dilarang memasuki wilayah pusat Masjidil Haram. Hal ini juga sekalipun semua jalan di lingkungan Masjidil Haram telah ditutup.

“Kami juga memperbolehkan 5 kendaraan lain untuk memasuki Masjidil Haram dalam waktu khusus itu,” lanjut Fawzi Al-Ansari. Kelima kendaraan tersebut adalah mobil pembawa jenazah, mobil ambulans, mobil petugas kepolisian, mobil proyek perluasan Masjidil Haram, mobil untuk jemaah berkebutuhan khusus.  

Departemen Lalu Lintas Ibu Kota Arab Saudi memberlakukan aturan ini secara khusus pada musim-musim umrah saja. Selain itu, pemberlakuan waktu khusus tersebut guna mengantisipasi berjubelnya para jemaah umrah yang datang dari hotel mereka tinggal menuju Masjidil Haram.

Sementara itu, waktu pelarangan masuknya selain 6 kendaraan di atas dimulai setengah jam sebelum masuknya waktu salat lima waktu dan setengah jam setelahnya. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan para jemaah dari berbagai negara dan untuk menghindari kecelakaan yang tidak diingikan.

Menurut petugas lalu lintas setempat Mamdouh Al-Hazimi, pemberlakuan larangan kendaraan memasuki wilayah Masjidil Haram setengah jam sebelum dan setelah salat lima waktu itu hanya berlaku pada selain hari Jumat.

Menurutnya, pada hari Jumat larangan tersebut dimajukan menjadi dua jam sebelum dan setelah salat Jumat. Selain itu, menurut Al-Hazimi, hal ini juga tentu berlaku saat musim haji tiba, khususnya menjelang hari Arafah. (ihs/dbs) 

 


Back to Top