Menag Umumkan 8 PTAIN yang Masuk Ranking 100 Besar Perguruan Tinggi di Indonesia

gomuslim.co.id- Universitas atau Perguruan Tinggi merupakan lembaga pendidikan yang mencetak orang-orang hebat. Tahun demi tahun, banyak lulusan perguruan tinggi yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Dalam hal ini tidak terkecuali Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Secara fungsional PTKIN memang berada dalam naungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Namun secara teknis akademik, pembinaan perguruan tinggi keagaman Islam negeri dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekkikti) RI.

Baru-baru ini, sebanyak delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam 100 besar perguruan tinggi berkualitas di Indonesia. Hal ini seiring dengan geliat dunia pendidikan Islam di Indonesia yang terus dilakukan. Selain itu, prestasi demi prestasi terus diraih seiring usaha pembenahan dan peningakatan kualitas yang dilakukan oleh Kemenag.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin beberapa waktu lalu. Ia memberikan apresiasi atas capaian ini, mengingat jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai lebih dari 4000. Apresiasi ini bersamaan dengan peluncuran seleksi bersama masuk PTKIN di Indonesia melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM-PTKIN).

“Adapun delapan PTKIN tersebut adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menempati ranking 34, UIN Sunan Ampel Surabaya ranking 44, UIN Maliki Malang ranking 54, UIN SUSKA Riau ranking ke 69, UIN Sunan Gunung Djati Bandung ranking 70, UIN Walisongo Semarang ranking 71, IAIN Banjarmasin ranking 79, UIN Sunan Kalijaga Jogjayakarta ranking 94,” ujar Menag di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kemenag, Jakarta.

Menag mengungkapkan capaian ini merupakan buah dari kerja keras dari semua pihak yang telah memajukan masing-masing kampus PTKIN. Beragam upaya tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

“Pemeringkatan ranking yang dilakukan oleh Kemenristek Dikti tahun 2016 ini dengan memperhatikan sejumlah indikator, seperti akreditasi dan kualitas kegiatan penelitian," tambahnya. Lengkapnya, indikatortersebut mencakup dosen (12%), kualitas dosen (18%), akreditasi (30%), kualitas kegiatan kemahasiswaan (10%), dan kualitas kegiatan penelitian (30%).

Sejurus dengan itu, Menag meminta civitas akademika PTKIN untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitiannya. Menurutnya, diperlukan perubahan mindset dalam menentukan tema-tema penelitian, supaya PTKIN dapat berdiri pada garda terdepan.

Menag juga berharap ke depan PTKIN bisa mendatangkan dosen-dosen terbaik, tidak hanya dari dalam negeri, tapi dari luar negeri. Peningkatan kualitas pembelajaran penting seiring d engan terus meningkatnya peminat masuk PTKIN dari tahun ke tahun. “Saya berharap tidak hanya sampai pada capaian ini saja, tetapi lebih baik lagi ke depannya,” imbuhnya.

Adapun terkait peluncuran SPAN-UMPTKIN ini dihadiri pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenag. Lalu ada hadir pula para Rektor PTKIN, Kakanwil se-Indonesia, Kepala MAN se-DKI Jakarta, Kasubdit dan Kasie di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top