Gandeng Kemendes PDT, Gerakan Nusantara Mengaji Gagas Desa Khatam Alquran

gomuslim.co.id- Islam dan Indonesia menjadi dua hal penting dalam pembangunan bangsa. Melalui kitab suci Alquran, para pendiri bangsa mengobarkan semangat menggelora. Mereka tidak hanya membangun sumber daya manusia yang kuat secara fisik. Tetapi juga mental dan spiritual yang berkualitas dan hebat.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Nusantara Mengaji, KH Akhsin Sakho Muhammad, dalam keterangan persnya, Rabu (1/2) kemarin. Ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia bisa mendapatkan berkah melalui Alquran. “Keberkahan itu akan terasa kalau kita menyebarkan Alquran,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta ini berharap semangat mengaji dan mengkaji Alquran terus dilakukan oleh setiap generasi. Hal demikian karena mayoritas penduduk Indonesia merupakan pemeluk agama Islam. “Semoga semoga bangsa ini bisa mendapatkan berkah Alquran," ungkapnya.

Baru-baru ini, Gerakan Nusantara Mengaji menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertingggal (Kemendes PDT) membuat program Nusantara Desa Mengaji. Program ini dalam rangka meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang tidak hanya secara fisik tetapi juga mental spiritualnya.

Koordinator Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid mengatakan Indonesia ini dibangun dari spirit Alquran Founding Fathers. Oleh karena itu, agar pembangunan bangsa ini tidak melenceng dari niat awalnya, Nusantara Mengaji di seluruh negeri perlu digalakkan di seluruh penjuru Tanah Air.

“Kita berharap dengan program Nusantara Mengaji dapat dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia yang Muslim. Tentu saja kita ingin sampai juga hingga ke pelosok desa bisa mendapatkan berkah Alquran,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya kegiatan Nusantara Mengaji bertujuan untuk mendoakan negara dan bangsa ini agar segera keluar dari situasi yang penuh kesusahan dan terciptanya kedamaian di Indonesia. "Diharapkan Alquran menjadi spirit kehidupan bangsa yang lebih toleran, damai, tanpa kekerasan, terciptanya kebersamaan, kesetaraan dan berkeadilan," tegas Jazilul.

Ia menyebutkan hingga saat ini, Nusantara Mengaji telah mengadakan khataman Alquran sebanyak 342.000 kali dengan diikuti lebih dari 3,2 juta peserta di 401 Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia,  Eko Putro Sandjojo mendukung penuh upaya pembangunan mental spiritual SDM Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung upaya pembangunan manusia Indonesia itu sampai ke desa-desa dengan program Nusantara Mengaji.

“Saya juga diminta Presiden ikut membantu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dari sisi mental dan spiritual. Oleh karena itu saya sangat senang dengan program Nusantara Mengaji ini. Saya berharap ini dapat menyebar secara menyeluruh ke setiap pelosok negeri," terangnya

Mendes menuturkan dengan acara Nusantara Mengaji ini diharapkan bisa menjadi obat dari kegersangan spiritual bangsa ini sekaligus meluruskan pembelokan pemahaman Alquran yang marak akhir-akhir ini. "Sekarang ini kan banyak sekali pembelokan-pembelokan terhadap Alquran, maka dengan program ini kita harap mampu meluruskan kembali hingga ke desa-desa," tegasnya.

Menurutnya, kegiatan mengaji Alquran adalah demi keluhuran, kemakmuran, dan kesejahteran bagi Indonesia. Mengaji dapat menjadi peneduh ketika kondisi bangsa Indonesia dipenuhi masalah dan persoalan. "Semoga dengan kegiatan tersebut semua persoalan yang mendera bangsa ini dapat terselesaikan," katanya.

Menteri Eko bahkan mengundang gerakan Nusantara Mengaji untuk menggelar kegiatan mengaji di lingkungan Kemendesa PDTT sebelum dilakukan di desa-desa seluruh Indonesia. "Kita akan agendakan jadwal kegiatannya, nantinya bukan hanya di lingkungan kementerian saja. Kita akan ajak semua balai-balai pelatihan di bawah naungan Kemendes PDTT selain itu juga kementerian-kementerian lainnya untuk menggelar kegiatan yang dilakukan oleh Nusantara Mengaji," imbuhnya. (njs/dbs) 


Back to Top