Lagu Terbaru Tony Q Rastafara Ini Terinspirasi dari Ayat Alquran

gomuslim.co.id- Sebuah lirik lagu tentu berasal dari beragam inspirasi para penciptanya. Ide tersebut kemudian tertuang dalam sebuat kata-kata yang dinyanyikan menjadi lagu. Seperti yang dilakukan oleh musisi reggae legendaris asal Indonesia, Tony Q Rastafara. Ia mengaku terinspirasi ayat Alquran dalam pembuatan salah satu lagunya yang berjudul 'Agama'.

Lagu yang termuat dalam album 'Sang Cahaya' yang telah dirilis pada 2 Oktober 2016 silam. Lagu tersebut diakuinya melalui prosesi yang sangat sederhana. Album itu dirilis bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Islam (1438 H) di Kedai Seni (Kedai Jakarte) di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Pria yang bernama asli Tony Waluyo Sukmoasih itu mengatakan mengenai lagu yang menurutnya sangat spiritual. “Lagu ini merupakan pengejawantahan ayat Alquran Surat Al Kafirun, Lakum diinukum waliya diini," ujar Tony.

Napas dari ayat tersebut memang sangat tercermin dalam lirik yang ditulis Tony. Sekelumit kutipan lagu berbunyi ‘Agamaku agamaku, agamamu agamamu, biarlah surga atau neraka urusan kita masing masing, yang aku tau kita tidak saling menipu, yang aku tahu kita tidak saling mengganggu, yang aku tahu Tuhan Maha Segala Tahu, yang aku tahu senyummu lebih berarti, daripada amarahmu. Agamamu-Agamamu, Agamaku- Agamaku, Agamamu-Agamamu, Agamaku- Agamaku”.

Tony menjelaskan, lagu 'Agama' berangkat dari keresahannya sejak lama setelah menyimak toleransi yang belum sepenuhnya meresap antar pemeluk agama di Indonesia. Karena itu, ia kembali menyuarakannya lewat musik reggae yang telah didalami sejak 1989.

“Kalau kita teringat dimasa-masa para pendiri bangsa membuat Pancasila, didalamnya ada sila-sila yang punya makna sangat kuat dan penuh muatan-muatan untuk membentuk karakter kita menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang digandrungi dunia karena kearifan dan kekayaan, dan tentunya bukan hanya karena kekayaan fisik, kekayaan yang luar biasa,” kata dia.

Lebih lanjut, Tony menuturkan lagu ini juga berangkat dari ‘Founding Father’ Indonesia. “Dalam sila pertama misalnya, Ketuhanan Yang Maha Esa,  yang mengartikan siapapun boleh memeluk agama apapun dan harus dihormati, harus dihargai. Kalau dalam Islam juga ada ayat “lakum dinukum waliaddin,” ucapnya.

Ikon musik reggae Indonesia itu juga masih konsisten mengkritisi beragam permasalahan di Indonesia. Salah satu yang ia soroti adalah gejolak politik dan pemerintahan yang menurutnya sedang tidak karuan. “Sepuluh tahun belakangan ini banyak hal-hal yang terjadi dimana masyarakat justru tidak meresapi dan menjalankan sila pertama, mungkin melalui lagu ini kita berharap masyarakat kembali bisa meresapi soal Independensi orang beragama,” tambahnya.

Tony mencontohkan, hampir setiap hari ada masalah pejabat tersangkut kasus korupsi, dengan jumlah yang semakin banyak alih-alih berkurang. Sebagai seniman, dia bergerak lewat aksi budaya agar generasi muda bisa menghindarkan diri dari hal-hal negatif seperti korupsi.

"Semoga pesan kebaikan ini bisa tertular hingga generasi anak cucu nanti. Ibarat air yang terus mengalir, membersihkan sendiri kotoran yang ada di dalamnya," ujar pria yang sedang gemar menggiati hobi melukis ini.

Selain itu, Tony Q juga mengungkapkan bahwa albun tersebut idenya berangkat dari peristiwa Gerhana Matahari Total. “Dari pengendapan serta peresapan bagaimana peristiwa itu berlangsung , dirasa  ada sesuatu, fenomena alam dan bukan buatan manusia. Berangkat dari situ saya ingin album ini lebih mengarah kepada ruh spiritual. Baik pesan-pesan, maupun ungkapan-ungkapan kepada masyarakat,yang saya sampaikan melalui Lagu,” ujarnya.

Sebagai informasi, album yang sederhana namun penuh makna itu adalah Album yang ke-13. Album tersebut dibalut oleh cover yang bergambar lukisan Raksasa melahap matahari. Covernya tetap menggunakan kertas tanpa plastik dan didalamnya ada foto-foto Tony Q Rastafara ketika beraksi di atas panggung. (njs/dbs)

 


Back to Top