ICMI: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah, Bank Wakaf Ventura Indonesia Bisa Jadi Solusi

gomuslim.co.id- Kini menyalurkan sedekah melalui wakaf kian digemari umat Muslim, karena seiring berjalannya waktu, penyaluran wakaf kian dinamis. Filantropi syariah Islam ini tak hanya berbentuk aset tanah saja, melainkan dapat dijadikan wakaf kebun, wakaf manfaat maupun diuangkan.

Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Nurhadi M Musawir mengatakan saat ini masyarakat mulai melirik pengelola wakaf yang transparan, terbuka dan dapat diakses laporannya.

“Tentunya akan sangat menarik jika bisa dikembangkan dengan baik dan jika bank wakaf mampu berjalan akan sangat luar biasa,” ujar Nurhadi.

Baru-baru ini, dalam Diskusi Media Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) akan segera membentuk bank wakaf. Konsep pendirian lembaga keuangan berbentuk modal ventura ini telah dimatangkan sejak setahun lalu. Bank tersebut ditargetkan akan berdiri di tahun ini dengan sasaran utamanya adalah pemberdayaan ekonomi umat.

Wakil Bendahara Umum ICMI Suhaji Lestiadi menuturkan, skema zakat dan wakaf saat ini bergerak sendiri dan sukarela. Namun, kini ICMI ingin mendorongnya secara struktur dalam sebuah lembaga formal yang diakui negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi umat. “Dengan dana wakaf tersebut diharapkan bisa menggerakkan dengan potensi yang ada di masyarakat,” pungkas Suhaji.

Lanjut, Suhaji untuk penghimpunan dana (modal) kami akan mulai 1-2 bulan ini dan pendiriannya diharapkan sebelum Ramadhan atau di Juni 2017. Modal awal Rp 200 miliar, yang setiap tahunnya akan bertambah sesuai dengan penghimpunan dana wakaf, dan modal dasar inginnya Rp 1 triliun. “Ini akan kami lihat seiring berjalannya waktu,” katanya.

Sementara Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bank Wakaf ICMI Zainulbahar Noor mengatakan, sebelumnya Pokja memutuskan untuk membuat bank wakaf, namun setelah audiensi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad diputuskan lembaganya akan berbentuk modal ventura.

“Jika berbentuk bank, maka harus mengikuti aturan Basel III dan kini ada kategori pengelompokan bank berdasarkan kelompok usaha, maka kami terima usulan OJK agar bentuknya modal ventura,” ujar Zainul.

Menanggapi hal tersebut, Zainul menilai hal tersebut bukan soal permodalan. Pihaknya beranggapan modal ventura merupakan bentuk yang tepat untuk sementara, karena modal ventura juga adalah partisipasi modal. Sedangkan namanya akan menjadi Bank Wakaf Ventura Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua ICMI Bidang Pengembangan Perbankan, Lembaga Keuangan dan Pasar Modal Yuslam Fauzi berpendapat, di masa pendirian awal, pihaknya memang akan mengambil bentuk usaha modal ventura. Namun, tidak menutup kemungkinan bentuk usaha tersebut akan berubah seiring berjalannya waktu.

“Sementara namanya Bank Wakaf Ventura Indonesia, namun seiring berjalannya waktu tak menutup kemungkinan kami akan mendirikan bank umum berbasis wakaf,” terang Yuslam.

Pihaknya mempertimbangkan sebagai tahap awal bentuk modal ventura akan dipilih, karena pertimbangannya dalam situasi sekarang ini dibanding mendirikan bank syariah, konsep ventura lebih mudah dikembangkan. Diharapkan pula dengan adanya Bank Wakaf Ventura Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di tanah air. (nat/dbs)

 


Back to Top