Kampanye Program 'Yuk Nabung Saham', BEI Catat Peningkatan Jumlah Investor Saham Syariah

gomuslim.co.id- Keuangan syariah di Indonesia terus berkembang. Minat masyarakat untuk menggunakan produk keuangan syariah setiap tahunnya meningkat. Tidak terkecuali dalam saham syariah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat selama tahun 2016, jumlah investor syariah pada 2016 meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan saat sosialisasi program Yuk Nabung Saham di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/2) kemarin. Ia mengungkapkan adanya peningkatan pasar modal ini menunjukkan bahwa saham syariah memiliki prospek yang cukup bagus pada tahun 2017.

“Investor saham syariah termasuk yang sangat aktif bertransaksi di pasar modal. Pada awal 2016 lalu, jumlah investor saham syariah masih di bawah 5.000. Namun pada akhir tahun justru semakin melonjak. Tercatat jumlahnya sudah mencapai sekitar 11 ribu. Lebih dari 100 persen naiknya," ujar Nicky Hogan.

Lebih lanjut, Nicky menuturkan dari data tersebut, sebanyak 49 persennya merpakan investor yang bertransaksi secara rutin, paling tidak dalam satu bulan atau satu tahun pernah melakukan transaksi. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan investor saham konvensional, dari sebanyak 530 ribu investor hanya 180 ribu yang bertransaksi atau 30 persen.

“Saham syariah justru jauh lebih aktif daripada konvensional untuk tahun 2016, lebih banyak tingkat investor yang bertransaksi. Ini sangat bagus. Peningkatan jumlah investor ini selain karena imbal hasil yang lebih menarik dari saham syariah, juga karena adanya sosialisasi di Sekolah Pasar Modal Syariah,” katanya.

Menurut Nicky, adanya program Yuk Nabung Saham dan rutinnya Sekolah Pasar Modal juga dengan cukup signifikan meningkatkan jumlah investor baru. Hal tersebut seiring dengan calon investor pasar modal syariah wajib membuka rekening di pasar modal. “Tahun lalu dibuat expo Pasar Modal Syariah dan tanggapannya luar biasa,” ungkapnya.

“Begitu diterapkan buka rekening, justru yang ikuti sekolah jumlahnya menurun. Saya gak tau apa penyebabnya. Tapi yang menarik dari jumlah peserta syariah yang masuk justru mengalami kenaikan transaksi. Alhasil jumlah transaksi investor syariah mengalami penambahan lebih dari 100%. Dari jumlah sebelumnya 49%,"tuturnya. "Bursa lihat, 'Yu Nabung Saham' disambut luar biasa oleh investor syariah," sambung Nicky.

Sementara itu Presiden Direktur BNI Securities, Adiyasa Suhadibroto menilai, saham syariah ke depannya sangat menjanjikan karena return-nya luar biasa. "Return-nya luar biasa. Banyak sebetulnya opportunity di sana. Cukup promising, melebihi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)," kata Adiyasa.

Sebagai informasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya penambahan 100.000 investor baru di 2016. Sebanyak 80% di antaranya merupakan investor pada usia muda 20 sampai 40 tahun. Dengan demikian, hingga akhir 2016 jumlah investor saham di BEI mencapai 530.000.

Bertambahnya 100.000 investor saham baru, tidak terlepas dari berbagai upaya BEI dalam mengajak mayarakat berinvestasi lewat kampanye Yuk Nabung Saham. Lewat kampanye ini, BEI memperkenalkan bahwa berinvestasi di pasar modal tidak serumit yang dibayangkan. Bahkan hanya dengan Rp 100.000 investor bisa berinvestasi saham.

Selain itu, BEI juga rutin menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) baik yang konvensional maupun yang syariah. SPM merupakan salah satu langkah BEI mengedukasi masyarakat sekaligus mengajak masyarakat menjadi investor di pasar modal dengan membeli saham. (njs/dbs)

 


Back to Top