Disusun Selama 15 Tahun, Ini Metode Mutakhir Belajar Alquran untuk Anak-Anak

gomuslim.co.id- Belajar membaca Alquran tidak sesulit yang dibayangkan. Meski berbahasa Arab dan dibaca mulai dari kanan, belajar membaca kitab suci umat Islam saat ini telah memiliki banyak metode pilihan. Bahkan, ada metode yang diklaim bisa membaca Alquran mulai dari nol hingga mahir hanya dalam beberapa menit. Metode tersebut adalah metode Adjani.

Baru-baru ini, metode Adjani dipakai saat melakukan training dan sosialisasi kepada seluruh para pengajar Ilmu Alquran di Sekolah Al-Azhar BSD. Pemberian pelatihan kepada semua guru ini dimaskudkan agar setiap siswa al-Azhar BSD mampu membaca Alquran dengan baik dan benar.

Metode Adjani ini disusun oleh tiga orang yang ahli dibidangnya selama 15 tahun. Mereka adalah Kyai Qomaruddin Al-Hafizh, Kyai Muhammad Irfan Shodiq Al-Hafizh, dan Kyai Maknun Djauhari Al-Hafizh. Awalnya, metode ini hanya digunakan oleh tiga pondok pesantren tahfiz Alquran di Kendal,  Pemalang, Jawa Tengah.

Saat ini, metode tersebut dinilai sebagai metode cepat membaca Alquran yang sesuai dengan zamannya. Sejauh pemantauan penyusun, siswa yang belajar metode ini, lebih cepat mampu membaca Alquran secara fasih dan tartil. “Metode Adjani, Metode yang disebarkan sejak tahun 2000 bisa dipastikan siswa mampu mempelajari Alquran dengan cepat dan mudah," kata Kyai Maknun.

Penyusun yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz, melihat kondisi masyarakat Muslim Indonesia menganggap membaca Alquran sebagai sesuatu yang menyeramkan, susah, dan cenderung kaku. Kondisi ini yang kemudian mendorongnya untuk membuat metode Adjani. "Lebih dari 200 santri tahfiz dengan menggunakan metode ini,” katanya.

Lebih lanjut, Kyai Maknun mengatakan ada tiga titik berat metode ini. Ketiga titik tersebut yaitu penguasaan membaca, menulis dan menghafal Alquran, kefasihan melafalkan huruf dan kemampuan melafalkan ayat gharibah (asing) secara baik dan benar. “Dari beragam metode membaca Alquran, silakan Anda temukan metode yang mudah, cepat dan praktis untuk memperlancar bacaan," ungkapnya.

Penyusun sangat meyakini metode baca Alquran yang ada belum memadai karena terlalu mengandalkan hafalan dan tak mengenalkan cara tartil. Dan metode Adjani sendiri merupakan metode mutakhir membaca Alquran saat ini.

Sebelumnya, metode Adjani ini telah dilaunching dalam acara Islamic Book Fair, Jakarta tahun lalu. Metode ini dikembangkan oleh seorang dokter sekaligus Direktur PT Halimun Medical Center, Dr Briliantono M. Soewarno, atau yang akrab disapa Toni. “Konsep (metode Adjani, red) ini sudah dilakukan selama 7 tahun di beberapa pesantren di Jawa Tengah, cocok untuk anak-anak belajar secara cepat dan benar. Beberapa sudah ustadz menguji coba metode ini, cocok dan ternyata berhasil,” ujarnya.

Sales Area Manajer PT Halimun, Dudung Abdul Hamid menjelaskan bahwa metode tersebut merupakan sebuah metode gabungan antara metode modern dengan metode Al-Baghdadi, atau metode klasik pengajaran Alquran dengan Iqro. Metode Adjani menghapuskan kelemahan metode Al-Baghdadi, di mana anak tidak mengenal huruf mati. Misalnya anak selama ini hanya tahu 'a' bukan 'alif'.

Dudung menambahkan dengan metode ini anak-anak dididik untuk memiliki pemahaman lebih lengkap terhadap huruf hijaiyah. Terdapat delapan jilid buku merangkum metode Adjani, dipasangkan dengan pen yang dapat membacakan contoh ayat dan surat dalam buku. "Pengisi suaranya adalah qari berstandar,  jadi Insya Allah secara makhraj sudah benar," jelasnya.

Dalam buku-buku yang merangkum metode Adjani, diajarkan pula konten-konten yang tidak ditemui dalam metode konvensional Al-Baghdadi. Konten itu terdapat di jilid terakhir, termasuk pengajaran hukum tajwid secara lengkap. (njs/dbs)

 


Back to Top