Terkait UU ITE, Wanita Arab Saudi Takut Hadiri Pesta Pernikahan

gomuslim.co.id– Para wanita Arab Saudi sangat hati-hati saat mendapat undangan menghadiri resepesi pernikahan kerabat mereka. Tidak jarang yang tiba-tiba meninggalkan resepsi pernikahan kerabatnya bila terdapat fotografer atau alat foto lainnya, termasuk handpone. Hal ini karena takut foto mereka tersebar.

Seperti diberitakan Dar Al-akhbar, Reem Hassan, seorang pengacara wanita yang berusia 35 tahun ini menceritakan kisahnya mengenai foto pesta pernikahan. Saat itu, Reem Hassan mencari studio foto khusus untuk wanita. “Saya pergi bersama kerabat wanita untuk mencari studio terbaik. Namun tiba-tiba saya kaget sekali ketika pegawai studio itu memperlihatkan foto resepsi pernikahan orang lain kepada kami, sekalipun diperlihatkan pada sesama wanita,” cerita Reem kaget.   

Pasalnya, orang yang sengaja menyebarluaskan foto-foto pernikahan akan dijerat dengan pidana satu tahun kurang dan denda 500.000 rial atau salah satu dari keduanya. Pelaku tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang Informasi Teknologi (ITE) Arab Saudi mengenai “Penyebarluasan Privasi Orang Lain”.

Bagi sebagian besar penduduk Arab Saudi, menyebarluaskan foto pernikahan termasuk hal privasi, apalagi bagi wanita. Hal ini karena sebagian besar wanita Arab Saudi menggunakan cadar dalam kesehariannya. Saat berpose di resepsi pernikahan, tentu cadar mereka dibuka. Hal inilah yang membuat mereka sangat berhati-hati dalam menghadiri resepsi pernikahan.  

“Saya mengingatkan pada pegawai wanita studio foto itu bahwa perbuatannya bisa melanggar hukum. Pegawai itu pun berkilah salah memberikan sampel album pernikahan. Akhirnya saya pun menyarankan pada kerabat saya untuk menggunakan fotografer pribadi saja. Kami pun tidak jadi menyewa fotografer studio foto itu,” pungkas Reem bercerita.  

Pengalaman lain juga diceritakan Hadeel Ayed Saad, mahasiswi Universitas Princess Noura. Mahasiswi Managemen Bisnis ini juga menggeluti dunia fotografi. Walaupun dirinya terbiasa menjadi fotografer, namun ia mengaku khawatir menghadiri pesta pernikahan atau acara apa pun yang terdapat fotografer, sekalipun fotografer wanita. “Walaupun fotografernya wanita, tidak menutup kemungkinan foto-foto saya nanti dilihat laki-laki,” ungkap wanita berusia 24 tahun ini.

Pengadilan distrik di Madinah bahkan menerapkan sangsi lebih berat bagi penyebar privasi orang lain. Selain dipenjara 6 bulan, pelakunya juga diancam hukuman cambuk sebanyak 500 kali dan diasingkan ke luar Arab Saudi kecuali untuk keperluan haji atau umrah. Hal ini hanya berlaku untuk pelaku yang berkewarganegaraan Arab Saudi dan menyebarkan foto resepsi pernikahan yang terjadi di Arab Saudi. (ihs/Dar Al-Akhbar)


Back to Top