Wujudkan Konsep Pariwisata Profesional, Sumatera Barat Bentuk Tim Perumus Konsep Wisata Halal

gomuslim.co.id- Konsep dan perumusan wisata halal sedang dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata terkait di beberapa daerah yang telah memenuhi persyaratan. Hal tersebut guna mendapatkan kepercayaan terhadap wisatawan Muslim yang akan berkunjung.

Karena itu, Dinas Pariwisata Sumatera Barat membentuk tim perumus wisata halal untuk mendefinisikan konsep tersebut dengan mempertimbangkan kondisi daerah agar bisa diimplementasikan.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengemukakan pihaknya tengah menyiapkan pihak-pihak yang akan teribat dalam tim, sementara ini sudah ada nama Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, dan Dinas Kesehatan Sumbar yang akan turut dilibatkan, seperti yang dilansir dari publikasi Antara.

“Kemudian hasil rumusan itu nanti bisa saja akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum pengembangan wisata halal di Sumbar, kami menilai hal itu penting untuk dilakukan agar masyarakat tidak ragu dengan konsep wisata halal yang diterapkan,” ujar Oni.

Dia menambahkan gambaran wisata halal itu berkaitan dengan infrastruktur pendukung seperti hotel dan restoran bersertifikasi halal, penyajian makanan yang sehat dan akomodasi yang bersih, keseluruhan persyaratan akan dirumuskan oleh tim.

“Dengan adanya penghargaan World Halal Tourism Awards 2016 yang diterima Sumbar menjadi tantangan yang harus dihadapi dan menjadi fokus kedepannya,” tambahnya.

Di lain pihak, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta kepada masing-masing kabupaten/kota di daerah Sumbar untuk menetapkan satu destinasi wisata unggulan untuk dikembangkan bersama-sama dengan provinsi. "Tidak perlu banyak. Cukup satu destinasi, tetapi jadi," katanya.

Nasrul menjelaskankan pengembangan destinasi itu akan dibantu oleh provinsi baik konsep maupun anggaran.Namun perlu diingat agar perencanaan untuk destinasi wisata harus matang mulai dari rencana induk serta Detail Engineering Design (DED).

"Kalau itu sudah ada, masukkan usulan dari sekarang agar segera bisa diproses, tahun 2018 disediakan anggarannya," imbuh Nasrul.

Sementara itu, beberapa daerah yang telah memiliki rencana induk pariwisata dan mendapatkan dana sharing dari provinsi diantaranya Pesisir Selatan, Padang, Sawahlunto dan Bukittinggi.

"Kita berharap kabupaten dan kota lain segera menyusul karena pariwisata merupakan salah satu program utama yang akan dikembangkan di Sumbar," katanya.

Pihaknya berharap pada 2019 masing-masing kabupaten dan kota memiliki satu destinasi unggulan yang benar-benar bisa diandalkan untuk menarik wisatawan. Destinasi itu tidak boleh sama agar tidak tumpang tindih.

Kemudian untuk menunjang wisata halal juga perlu peran serta swasta seperti biro perjalanan dan organisasi pariwisata dan pendidikan. "Tamatan sekolah yang berkaitan dengan pariwisata harus memiliki pemahaman yang baik tentang pariwisata halal sekaligus mendukung konsep itu," tukas Nasrul.

Dia juga meminta pemandu wisata untuk meningkatkan sumber daya manusia terutama penguasaan bahasa untuk bisa memberikan pelayanan terbaik pada wisatawan yang datang.

Tahun 2016 silam di ajang World Halal Tourism Awards, Sumatera Barat berhasil merebutkan dua penghargaan yaki, World's Best Halal Destination dan World's Best Halal Culinary. Dengan adanya penghargaan dan apresiasi dunia, terhadap Sumatera Barat, menjadikan Sumbar termotivasi memotivasi untuk mengembangkan konsep wisata halal. (nat/dbs)


Back to Top