Industri Keuangan Syariah Makin Berkembang, Kini Spanyol Miliki Pusat Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Peluang keuangan syariah terbuka lebar di Spanyol, namun pengetahuan di negara tersebut masih minim. Karena itu, banyak yang mencari informasi hal tersebut namun, belum ada wadah yang mengakomodir.

Untuk menangkap peluang yang ada salah satu sekolah bisnis terkemuka di Madrid, IE Business School kini memiliki pusat pendidikan dan riset keuangan syariah.

Menurut Koordinator Umum Saudi-Spanish Center for Islamic Economics and Finance (SCIEF) Gonzalo Rodríguez, setelah krisis keuangan di 2008, perbankan beretika menjadi sangat populer, terutama di kaum muda. “Kami percaya itu lebih adil, beretika dan berlandaskan ekonomi riil, dan kami mencoba menyebarluaskan pendekatan ini,” ujarnya, seperti yang dilansir dari publikasi Arabnews. 

Walau industri perbankan syariah masih belum hadir di Spanyol, keuangan syariah sudah dikenal luas diantara mahasiswa keuangan yang berminat mendapatkan pengalaman internasional.

“Kami mencoba menyebarkan pengetahuan keuangan syariah di Spanyol dan menjelaskan kepada mereka apa itu keuangan syariah, potensinya di Spanyol dan peluang yang kami miliki untuk keuangan syariah di negara ini,” papar Rodríguez.

Dalam perkembangannya untuk menuju ke sekolah bisnis internasional, pihaknya mencoba untuk berpikir luas. Pangsa keuangan syariah masih satu persen dari aset keuangan seluruh dunia. “Kami punya siswa yang tertarik dengan hal itu. Mereka mungkin tidak akan bekerja di Spanyol, tapi di negara lain,” kata Rodríguez.

SCIEF merupakan buah kolaborasi antara Institut Ekonomi Islam Universitas King Abdulaziz di Jeddah dengan IE Business School. Siswa yang belajar keuangan di IE Business School bisa mengambil modul keuangan syariah sebagai pilihan, dan ternyata sebagian besar yang mengambil pilihan itu belum tentu Muslim. Antara dua institusi pendidikan itu pun terdapat pertukaran pelajar.

Pihaknya tak hanya melihat keuangan syariah sebagai sebuah industri dan alternatif keuangan, namun juga membuka pintu bagi investasi asing. Ia mengemukakan tiga alasan utama kian meningkatnya minat keuangan syariah di Spanyol. Pertama, industri keuangan syariah kini sedang booming. Kedua, ketika mulai mempelajari keuangan syariah, maka akan diketahui prinsipnya lebih beretika. Ketiga, penduduk Muslim di Spanyol ingin menerapkan pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.

“Kami mengakui menerapkan ekonomi syariah di Spanyol tak akan mudah. Dengan populasi muslim di Spanyol hanya 4 persen pada 2015, maka industri keuangan dengan label agama akan menjadi sebuah tantangan,” imbuhnya.

Selain itu, penerapan prinsip syariah di industri keuangan membutuhkan perubahan di sistem perbankan nasional. Di level regulasi, sulit menerima keuangan syariah dan memberikan izin bank syariah karena kami perlu mengubah banyak hal di regulasi perbankan, seperti pengertian bunga.

“Saya rasa ada tantangan dan peluang bagi keuangan syariah dalam hal investasi di real estate, lahan, dan industri halal yang kini sedang tumbuh,” papar Rodriguez.

Dia memprediksi di lima tahun mendatang industri perbankan akan berubah seiring dengan berkembangnya teknologi keuangan dunia. “Dan tentunya hubungan antara nasabah dan bank akan berubah di masa depan,” pungkasnya. (nat/arabnews/dbs)

 


Back to Top