Akomodir Kebutuhan Muslim AS, Perusahaan Ini Garap Pasar Daging Halal

gomuslim.co.id- Perkembangan populasi muslim di Amerika Serikat berdampak positif terhadap beberapa hal. Salah satunya adalah kebutuhan komunitas muslim terhadap makanan-makanan halal. Peluang industri produk makanan halal ini dimanfaatkan sejumlah pengusaha dan pedagang di bidang makanan.

Baru-baru ini, perusahaan produsen daging Maine, Amerika Serikat memproduksi daging halal. Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan jumlah muslim yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Direktur Central Maine Meats, Joel Davis mengaku telah bertemu dengan Khalid Zamat, seorang pemilik toko yang menjual daging halal di Maine. Selama ini, Zamat menjual daging halal dari Boston dan Minnesota karena tidak ada perusahaan lokal yang memproduksinya. Dalam pertemuan yang dilakukan, mereka sepakat untuk mengembangkan bisnis usaha daging halal karena jumlah pasar yang potensial.

“Salah satu hal yang kita diakui bahwa imigran muslim memiliki aturan tersendiri dalam mengkonsumsi makanan. Untuk itu  kami mendatangi beberapa tempat yang ingin menyediakan makanan olahan halal," kata Davis, sebagaimana dilansir dari publikasi Pressherald.

Menurut Davis, perusahaannnya telah mengoperasikan rumah pemotongan hewan yang diharapkan dapat membantu membangun perekonomian lokal Maine. Ia juga telah meminta bantuan Zamat untuk menemukan orang yang berprofesi sebagai pemotong daging halal.

Perusahaan telah mengajukan izin sertifikasi khusus dan menerima otorisasi bulan lalu. Selain menyediakan daging halal, Central Maine Meats juga telah mempekerjakan empat orang keturunan Somalia. Mereka bekerja di bagian kemasan daging untuk dibekukan.

Di Maine, komunitas muslim Somalia telah menetap di Lewiston, dan beberapa ratus keluarga Muslim dari sejumlah negara telah menetap di daerah Portland. Sementara di Augusta terdapat komunitas Irak. Keluarga dari Afghanistan dan Suriah juga baru-baru ini pindah ke daerah tersebut.

Tren makanan halal memang terjadi di Amerika Serikat. Tidak hanya muslim yang jadi konsumen, melainkan banyak juga no-muslim yang menyukai makanan halal ini. Sebelumnya, dalam publikasi dari cctv-america menyebutkan salah seorang pedagang makanan halal telah mulai menjual produknya di sudut-sudut jalan New York sejak tahun 1990. Saat ini bisnis makanan halal miliknya telah merambah pasar luar negeri serta memperluas waralaba di seluruh Amerika Serikat.

Sementara itu, di Borough New York, usaha industri halal bergerak di bidang pemotongan hewan halal. Perusahaan yang bernama Halal Madani ini telah berdiri lebih dari 25 tahun. Mereka menyediakan unggas, domba dan kambing halal.

Pemilik Halal Madani, Imran Uddin mengatakan setiap hewan disembelih sesuai dengan hukum Islam. Hewan ternak juga diperlakukan dengan manusiawi. Sehingga kualitas daging yang dihasilkan dari perusahaan ini menarik minat warga Amerika secara keseluruhan. Tanpa memandang agama mereka.

Menurut Imran, mayoritas pelanggan Halal Madani adalah non-Muslim. Perusahaan juga bekerjasama dengan supermarket terbesar yang ada di kota. Dengan kerjasama ini maka penjualan semakin cepat berkembang. Ia berharap fenomena ini dapat menghilangkan perilaku Rasis di Amerika Serikat.

Melihat demografi penduduk, makanan halal nampak cukup menjanjikan. Tahun lalu ada 3,3 juta muslim Amerika. Angka diperkirakan bisa tumbuh jadi 8,1 juta pada tahun 2050. Pew Research Centre menyebut sekitar separuh jalan dari waktu itu, muslim akan melampaui Yahudi sebagai kelompok agama non-Kristen terbesar di Amerika Serikat. (njs/dbs)


Back to Top