Perkuat Toleransi Beragama dan Bidang Pendidikan, Kemenag dan Kedubes Amerika Serikat Siap Jalin Kerjasama

gomuslim.co.id- Indonesia dan Amerika Serikat merupakan dua Negara besar yang penduduknya majemuk. Keduanya memiliki kesamaan dalam menjaga toleransi dan perdamaian di tengah kemajemukan dan keberagaman. Persamaan ini dapat diperkuat dengan menjalin kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia H.E. Joseph R Donovan Jr. baru-baru ini. Pada kesempatan tersebut, Menag dan Dubes membahas peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan keagamaan.

“Kerja sama sebagaimana yang sudah kita lakukan, di bidang pendidikan. Kemenag punya program 5000 doktor dan salah satunya adalah Amerika. Kita kenal Amerika mempunyai sejumlah perguruan tinggi ternama yang mempunyai reputasi tinggi,” ujar Menag saat memberikan keterangan pers usai pertemuan di Kantor Kemenag Jakarta, Selasa (07/02/2017).

Selain kerja sama pendidikan, kedua belah pihak juga membicarakan kemungkinan melakukan kerja sama keagamaan dalam bentuk pertukaran tokoh agama dan masyarakat. Hal ini dalam rangka saling berbagi pengalaman terkait dengan kehidupan di tengah-tengah kemajemukan.

“Bagaimana agama bisa ikut berperan serta dalam menata kemajemukan itu sehingga menghasilkan hal yang postifi, tidak justru sebaliknya menjadi faktor yang destruktif di tengah keragaman itu," papar Menag.

Dalam kesempatan sama, Dubes Donovan mengungkapkan bahwa Amerika Serikat ingin terus bermitra dengan Indonesia. “Bahkan kami memiliki kemitraan strategis dengan Indonesia dan ingin terus memperkuat kemitraan tersebut, terutama di area yang menjadi prioritas Presiden Jokowi," katanya.

Menurutnya, pendidikan Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun. Untuk itu pihaknya mendukung penguatan pendidikan dengan kerjasama ini. "Pendidikan memang menjadi minat saya untuk meningkatkan jumlah pelajar Indonesia. Tahun kemarin, jumlah pelajar Indonesia meningkat 7% dan kami ingin meningkatkan angka itu," tambahnya.

Donovan menuturkan bahwa pekan depan pihaknya akan mengadakan pameran pendidkan di Jakarta, Surabaya, dan Medan. Dalam kesempatan itu, pelajar Indonesia bisa bertemu dengan para pengelola atau civitas akademika perguruan tinggi di Amerika Serikat sehingga mereka bisa mengetahui universitas seperti apa yang sesuai kebutuhan mereka. “Pelajar muslim juga akan disambut dan diterima. Semua pelajar akan diterima, termasuk pelajar Islam," katanya.

Donovan mengaku sudah menjalin komunikasi dengan para pelajar Muslim Indonesia yang kembali dari Amerika Serikat. Dari komunikasi itu, Dubes merasa mendapatkan inspirasi bahwa pelajar Indonesia ternyata tidak hanya belajar banyak di Amerika Serikat, tetapi juga berkesempatan mengajarkan warga Amerika Serikat mengenai Indonesia.

"Baik Amerika Serikat dan Indonesia memiliki nilai bersama, seperti toleransi, rasa hormat dan saling menghormati antar pemeluk agama yang berbeda. Saya kira nilai ini yang pada akhirnya akan menang," ucapnya.

Terkait kerjasama bidang keagamaan, Donovan mengatakan bahwa sebagai negara yang besar dan majemuk, Indonesia dan Amerika memiliki nilai bersama, saling menghormati, dan toleransi. Indonesia dan Amerika bisa belajar satu sama lain. "Amerika Serikat mendengar mitra-mitra penting kami seperti Indonesia," tandasnya.

Untuk diketahui, H.E. Joseph R Donovan Jr sendiri dilantik pada 4 November 2016 lalu sebagai Dubes Amerika di Indonesia, menggantikan Robert O Blake. Donovan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 13 Januari 2017 lalu. Mengawali tugasnya di Indonesia, Donovan menemui sejumlah kalangan, termasuk Menag Lukman.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut mendampingi Menag, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Achmad Gunaryo, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Ferymeldi, sert Kepala Pusat Informasi dan Humas Mastuki. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top