Heboh Upaya Pembakaran Kakbah, Ini Penjelasan Pihak Keamanan Arab Saudi

gomuslim.co.id– Pengguna media sosial dihebohkan dengan upaya pembakaran kiswah kakbah oleh seorang pria berusia empat puluh tahunan.  Bahkan beredar kabar bahwa pelakunya adalah penganut Syiah. Hingga berita ini diturunkan, video upaya pembakaran yang tersebar di Youtoube itu sudah ditonton hingga 279.970 kali, di-like 1.280, dan dikomentari sebanyak 1.423 pengguna media sosial berbahasa Arab.

Ghazi Darwish, penduduk Arab Saudi yang kebetulan sedang melaksanakan tawaf dan melihat pihak keamanan menangkap pria yang ingin membakar dirinya itu. “Di tengah saya melakukan tawaf pada hari Senin, tiba-tiba saya melihat seseorang yang menumpahkan bensin pada kiswah kakbah dekat rukun Yamani. Orang itu juga melontarkan ungkapan-ungkapan provokatif,” ujar Darwish saat dimintai keterangan media lokal Arab Saudi Sabq.

Namun demikian, Pihak Keamanan Arab Saudi membantah adanya upaya pembakaran Kakbah yang dilakukan oleh penganut Syiah, seperti dilaporkan Alarabiya pada (07/02/17). Menurut Humas Keamanan Masjidil Haram, Sameeh as-Silmi, pria yang sudah membawa bensin itu ingin membakar dirinya sendiri di sekitar kakbah.

Hal ini bukan seperti yang ramai diberitakan bahwa pria itu ingin membakar kakbah. Diduga pria yang hendak membakar dirinya pada Senin (06/02/17) petang itu stres karena sengketa warisan dengan pamannya. Menurut Sameeh, pria itu berhasil ditangkap oleh petugas keamanan pada pukul 23.00 waktu setempat.

“Awalnya pria itu menyiramkan bensin ke pakaiaannya yang kemudian menyiprat ke kiswah Kakbah sebelah barat. Karena ada ribut-ribut, pihak keamanan Masjidil Haram langsung berupaya mencegah perbuatan pria itu,” lanjut Sameeh.

Belakangan diketahui bahwa pria yang hendak membakar dirinya di dekat kakbah itu ingin mencuri perhatian dan simpati terkait masalah yang menimpanya. Pria ini menentang putusan pengadilan Mekah yang memvonisnya 6 bulan penjara.

Padahal pria berkewarganegaraan Arab Saudi ini tidak mendapatkan hak waris yang seharusnya didapatkan dari almarhum ayahnya. Diperkirakan, harta waris yang didapatkannya mencapai jutaan rial Arab Saudi dan beberapa tanah yang terletak di daerah Jarwal, Mekah. Namun demikian, hak dirinya dan beberapa saudaranya dirampas pamannya. Karena itu, dia melakukan upaya membakar diri dekat kakbah untuk mendapatkan simpati penegak hukum setempat. (ihs/dbs) 


Back to Top