Presiden dan Wapres Akan Hadir, Begini Persiapan Perayaan Milad Masjid Istiqlal

gomuslim.co.id- Selain menjadi simbol demokrasi dan kemerdekaan Indonesia, Masjid Istiqlal juga menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Berlokasi di ibukota dan sangat dekat dengan Monumen Nasional, Masjid Istiqlal juga menjadi salah satu destinasi wisata religi dan tempat yang paling sering dikunjungi tamu kenegaraan dari berbagai negara.

Setiap tanggal 22 Februari, Masjid Istiqlal selalu menggelar menggelar perayaan hari jadi (Milad). Untuk tahun ini, perayaan akan digelar pada akhir Februari 2017 dan merupakan yang ketiga kalinya.

Kepastian perayaan ini disampaikan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) M Muzammil Basyuni saat bersilaturahim dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, Masjid Istiqlal terus melakukan persiapan jelang perayaan yang diharapkan akan dihadiri juga oleh Presiden dan Wakil Presiden.

Lingkungan Masjid Istiqlal terus dibersihkan untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah yang ingin beribadah di sana. "Saat ini, masjid Istiqlal sedang membuat lift menuju ruang VIP, bantuan dari Kementerian PU. Pembangunan sarana lift tersebut juga sekaligus merupakan bagian dari persiapan atas rencana kunjungan Raja Salman ke Indonesia,” kata Muzammil, Kamis (09/02/2017) kemarin.

Pada kesempatan sama, Wakil Ketua BPPMI Bahrul Hayat menambahkan milad Istiqlal ini kali adalah yang ketiga karena sebelumnya baru dirayakan pada tahun 1991 dan 1995. Untuk perayaan tahun ini, tambah dia, Milad Istiqlal akan mengangkat tema "Masjid Sebagai Pemersatu Bangsa".

Milad Istiqlal juga akan dirangkai dengan beragam kegiatan, antara lain: seminar, pentas seni budayawan muslim, penulisan kaligrafi, serta pemutaran video singkat sejarah Masjid Istiqlal. "22 Februari nanti merupakan seremonial upacara formal, semoga bisa dihadiri Presiden atau wakil presiden. Gelaran milad akan berlangsung sampai tanggal 27 Februari," ujar Bahrul.

Menanggapi hal tersebut, Menag Lukman menyambut baik rencana gelaran Milad Istiqlal. Dia berharap acara yang berlangsung nantinya akan berjalan lebih baik. "Milad ketiga ini kiranya lebih baik, semua event terintegrasi," katanya didampingi Sesditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Karo Umum Syafrizal, Direktur Urais-Binsyar M. Thambrin dan Sesmen Khairul Huda Basyir.

Menurutnya, aktivitas masjid harus dapat diarahkan kepada hal-hal yang promotif, bukan konfrontatif. Selain sebagai tempat ibadah, Menag berharap masjid juga bisa digunakan sebagai tempat pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Sekretaris BPPMI Rusli Effendi, Wakil Sekretaris Sukiman Azmy, Kabag TU Budi Firmansyah, Kabag Protokol Abu Hurairah.

Sebelumnya, dalam rangka menyambut perayaan Milad Masjid Istiqlal ini, Gabungan Kelompok Pencinta Alam mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut membersihkan Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan "Bersih-Bersih Masjid Istiqlal" itu akan diselenggarakan pada 11 sampai 15 Februari 2017 mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

"Saya berharap pencinta alam (bisa ikut) karena tidak punya pretensi politik tertentu. Kemudian kami buka untuk semua kalangan, suku, agama untuk partisipasi. Tidak ada persoalan (dari kalangan apapun)," kata perwakilan penyelenggara Bersih-Bersih Masjid Istiqlal, Setyo Ramadi. (njs/dbs)


Back to Top