Gaet Turis Muslim, Kenya Kembangkan Panduan Layanan Baru untuk Pariwisata Halal

gomuslim.co.id- Seiring meningkatnya jumlah wisatawan Muslim yang melakukan perjalanan di seluruh dunia. Kenya yang merupakan bagian dari benua Afrika mulai mengembangkan standarisasi halal untuk sertifikasi fasilitas perhotelan. Langkah ini dilakukan untuk menarik kunjungan wistawan muslim ke negara itu.

Karena itu, Tourism Regulatory Authority (TRA) Kenya membuat panduan baru untuk melayani para wisatawan dari negara-negara yang mayoritas Islam. Upaya itu dilakukan untuk membidik pasar muslim. Kenyamanan perjalanan merupakan salah satu hal yang diinginkan wisatawan.

Berkaitan hal tersebut, panduan itu berupa sistem sertifikasi standar Halal untuk fasilitas hospitality khusus bagi wisatawan Muslim yang jumlahnya terus meningkat. Pada 2015 Kenya menerima 40.875 turis dari Uni Emirat Arab dari angka 24.828 di tahun sebelumnya. 

Direktur jenderal TRA, Lagat Kipkorir mengatakan standar layanan untuk wisatawan Muslim dibuat dengan bermitra bersama Kenya Bureau Standards. "Kami telah membuat detail rencananya, mulai dari draftny, keterlibatan stakeholder, kualitas asuransi, dan berbagai pelatihan yang akan dilaksanakan," ujar Kipkorir seperti yang dilansir dari publikasi nation.co.ke. 

Lebih lanjut, Kipkorir menilai standar ini dibuat karena konsumen Muslim punya kebutuhan yang berbeda berdasarkan usia dan kebangsaannya. Tapi secara umum Kipkorir menyebut standar itu untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan Halal, akomodasi dan layanan lainnya.

Sebagai tambahan untuk menyiapkan standar itu Kenya akan menjadi tuan rumah Halal International Conference akhir tahun ini. 

Pihaknya memperkirakan proses pembuatan standar itu akan memakan waktu sekitar enam bulan. Sementara sertifikasi Halal untuk produk yang berkaitan dengan pariwisata akan mulai berlaku awal tahun depan.

Sementara itu, TRA sendiri telah melakukan pengklasifikasian hotel di seluruh negara akhir bulan Oktober lalu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan layanan bagi turis baik di resort, pondok atau area berkemah.

"Kemudian kami akan mempresentasikan draf standar minimum kepada investor hiburandan pemangku kepentingan di seluruh negeri sehingga mereka dapat menyampaikan pandangan mereka untuk meningkatkan kriteria yang diusulkan," paparnya.

Tak sekadar penginapan, TRA juga akan membuat standar untuk industri hiburan agar memberikan layanan lebih baik untuk wisatawan. Akan ada 47 daerah yang akan terlibat dalam proses memformulasikan standar untuk layanan hiburan bagi wisatawan tersebut. 

Islam adalah agama yang dianut sekitar 10% warga Kenya, atau sekitar 3,9 juta orang. Pantai Kenya sebagian besar dihuni oleh umat Islam. Sementara itu, Nairobi memiliki beberapa masjid dan penduduk muslim terkemuka.

Meskipun mayoritas Kenya Muslim Sunni, ada pula populasi Muslim Syiah. Dalam sebagian besar, mereka adalah keturunan dari Ismailiyahatau dipengaruhi oleh pedagang laut dari Timur Tengah dan India. Mereka termasuk Dawoodi Bohra, yang jumlahnya 6 ribu sampai 8 ribu orang. (nat/dbs)

 

 


Back to Top