Perkuat Ukhuwah Islamiah, Aliansi Pemuda Peduli Masjid Singaraja Bentuk Gerakan Shalat Tahajud dan Subuh Berjamaah

gomuslim.co.id- Seiring berkembangnya peradaban Islam untuk kembali memakmurkan masjid-masjid di tanah air, sebuah Aliansi Pemuda Peduli Masjid Singaraja mengadakan gerakan Shalat Qiyamul dan Subuh Berjamaah yang dilakukan di Masjid Agung Jami Singaraja Jalan Imam Bonjol No 65 Kp Kajanan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Kegiatan tersebut berawal dari niat yang tulus untuk kembali memakmurkan kegiatan di masjid. Aliansi Pemuda Peduli Masjid terdiri dari gabungan organisasi kepemudaan Islam di Kota Singaraja, Bali yaitu Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  Bali,  GP Anshor, Wahdah Islamiyah, Bajangaji, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Singaraja, dan Pemuda Muhammadiyah.

Menjelang tengah malam, jamaah  yang ingin menunaikan Shalat Qiyamul Lail dan Subuh Berjamaah mulai memadati areal Masjid Agung Jami Singaraja sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Ustadz Suryawan mempimpin jalannya shalat Qiyamul Lail dan Shubuh berjamaah. Usai Shalat Shubuh, jamaah diberikan tausiah oleh Ustadz Syahrullah Hamid.

Dalam tausiahnya Ustadz Syahrullah Hamid mengatakan bahwa sebagai individu harus menjauhi sifat Hasad. Setiap perilaku Hasad akan membawa pada keburukan baik di dunia dan akhirat.

“Sekecil mungkin kita dapat menjauhkan diri dari sifat Hasad, caranya adalah dengan selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Allah SWT kepada kita (qanaah), dan jangan selalu melihat keatas namu melihat kebawah untuk hal keduniawian,” tutur Syahrullah.

Dia menilai dengan beramal maka akan terwujud berfastabiqul khoirot yang artinya berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan. Salah seorang Jamah perwakilan dari KAMMI Bali Okik Hadi Saputro mengatakan bahwa tujuan  kegiatan shalat Qiyamul Lail dan Shubuh berjamaah selain untuk memakmurkan masjid diantaranya menumbuhkan jiwa persaudaraan diantara umat Muslim, juga membangkitkan semangat untuk beribadah kepada Allah swt, dan melepas dinding pemisah antara suatu kelompok atau golongan.

“Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan uhkuwah Islamiyah, membangkitkan semangat beribadah kepada Allah SWT, dan mempersatukan seluruh elemen muslim dari berbagai kelompok atau golongan,” kata Okik.

Islam masuk ke Bali diperkirakan pada abad ke-13 dan 14 melalui Kerajaan Gelgel, namun tepatnya belum ada penelitian yang pasti. Penelitian tentang asal muasal Islam di Bali masih terhitung langka. Sangat sulit untuk mendapatkan sumber tertulis mengenai sejarah masuknya Islam ke pulau Bali pertama kali.

Namun beberapa sejarawan melacak keberadaan Islam di Bali melalui tradisi lisan dan adanya berbagai komunitas Islam yang ada di berbagai daerah di Bali. Melalui penelitian di berbagai komunitas muslim di Bali dapat diketahui kapan Islam mulai memasuki daearah tersebut, antara lain melalui penelitian masjid-masjid tua yang dibangun dan makam-makam kuno dari pemuka Islam di daerah tersebut yang sekarang juga dikenal dengan sebutan Wali Pitu dari Bali. (nat/dbs)

 

 


Back to Top