Penuhi Permintaan Pasar, Ini Reksa Dana Saham Syariah Baru dari Majoris

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah terus berkembang pesat. Hal ini terlihat dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keuangan syariah yang semakin tinggi. Sejumlah perseroan pun kin mulai berlomba-lomba mengeluarkan produk andalannya. Salah satunya adalah instrumen investasi syariah.

Baru-baru ini, PT Majoris Asset Management (Majoris) telah meluncurkan produk reksa dana berbasis saham syariah. Produk yang bernama reksa dana Majoris Saham Syariah Indonesia (MSSI) itu baru dirilis pada Jumat (10/2/2017).

Direktur Majoris Nene Harmulyo mengatakan RD MSSI ini diluncurkan karena adanya permintaan pasar yang meningkat akan instrumen investasi syariah. Peningkatan permintaan pasar terhadap instrumen investasi syariah didorong oleh dua aturan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kedua aturan itu yakni Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 33/2016 tentang Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah. Serta, POJK 67/2016 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah. "Dengan adanya POJK 33/2016 dan POJK 67/2016 kami sangat yakin kebutuhan produk syariah akan naik," kata Nene.

Nene menambahkan dengan bertambahnya institusi syariah maka dibutuhkan lebih banyak produk investasi syariah di pasar modal syariah. "Mereka ingin produk syariah yang lebih banyak, lebih beragam, dan yang penting yaitu produk syariah yang performanya baik. Itu masukan yang saya terima dari beberapa calon investor kami," tambah Nene.

RD MSSI ini, kata dia, menawarkan jumlah minimum pembelian yang sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp 1 juta. Kemudian untuk pembelian selanjutnya dipatok Rp 1 juta dan minimum penjualan kembali sebesar Rp 1 juta. Target dari imbal hasilnya antara 16 persen-18 persen per tahun, namun bisa bergerak sesuai dengan kondisi pasar dan ekonomi.

Direktur Utama Majoris Asset Management Zulfa Hendri, mengatakan bahwa produk ini merupakan reksadana syariah berbasis saham dengan pendekatan analisa bottom up dalam pemilihan saham. Selain itu, pengalokasian portofolionya melihat pertumbuhan dan nilai saham, dengan mengaplikasikan prinsip syariah di pasar modal dalam pengelolaan portofolio.

“Kami percaya bahwa peminat untuk reksadana syariah saham di Indonesia masih sangat banyak. Oleh karena itu, kami juga berencana untuk berkolaborasi dengan Agen Penjual Efek Reksadana untuk memasarkan produk ini ke depannya,” paparnya.

Untuk diketahui, produk reksa dana syariah sebenarnya sudah lama hadir di Indonesia, yakni sejak 1997 silam. Akan tetapi, permintaan akan produk reksa dana syariah tersebut dinilai belum mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding reksa dana konvensional.

Per Juli 2016, tercatat sudah ada 109 produk reksa dana syariah yang aktif. Akan tetapi, dalam hal pengelolaan aset, produk-produk tersebut hanya merepresentasikan sekira 3 persen dari total Asset Under Management (AUM) alias dana kelolaan reksa dana di Indonesia.

Selain itu, 0%-20% di Surat Berharga Syariah Negara yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun dan atau deposito syariah. Produk ini mulai efektif sejak 24 November 2016 dan mulai penawaran sejak 1 Desember 2016 dengan menggandeng bank kustodian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sementara itu, Head Of Business Development Majoris Asset Management Tandy Cahyadi mengatakan untuk tahun ini, pihaknya juga berencana untuk meluncurkan produk reksadana terproteksi. “mengenai jumlahnya kami masih akan melihat kebutuhan pasar seperti apa," kata dia di Jakarta (10/02/2017). (njs/dbs)


Back to Top