Perkuat Ekonomi Umat, Kementerian Koperasi dan UKM Ajak Santri Berwirausaha Mandiri

gomuslim.co.id- Sebagai generasi penerus, Santri memiliki peranan penting dalam memajukan bangsa. Kehadiran santri diharapkan tidak hanya berperan aktif dalam aktifitas sosial keagamaan. Lebih dari itu, santri juga dapat berpartisipasi aktif dalam memajukan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan berwirausaha.

Demikian disampaikan Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi  dan UKM (Kemenkop), Prakoso BS usai membuka Pelatihan Kewirausahaan melalui Gerakan Kewirausahaan. Kegiatan yang dihadiri 600 mahasiswa dan santri dari berbagai universitas dan pesantren se-Yogyakarta dan daerah sekitarnya ini berlangsung di Universitas Islam (UIN) Sunan Kalijaga, Sabtu (11/02/2017).

Menurutnya, saat ini pihaknya terus memberi dorongan dan motivasi kepada mahasiswa dan santri agar memiliki semangat kewirausahaan. Mereka diminta mengubah pola pikir dari dari pencari kerja menjadi pencipta kerja untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. “Saya yakin adik-adik punya banyak ide untuk menjadi wirausaha secara mandiri,” ujar Prakoso.

Lebih lanjut, Prakoso menuturkan setiap ide wirausaha dari anak muda tersebut tidak segera dilaksanakan. Sehingga mereka baru sadar setelah orang lain melaksanakan idenya dan berhasil. Untuk itu, dia meminta para mahasiswa dan santri harus mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta kerja.

Prakoso menambahkan bahwa saat ini jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 1,65% atau sekitar 3,7 juta. Padahal, kata dia, untuk menjadi negara maju, jumlah wirausaha harus lebih banyak, minimal 2% dari total penduduk. "Katakanlah jika penduduk Indonesia ada 252 juta orang, maka dibutuhkan 4,8 juta wirausaha," tambahnya.

Menurutnya, dengan bertambahnya wirausaha dari kalangan pemuda melalui pemberdayaan ekonomi rakyat ini diharapkan bisa memecahkan masalah penganguran dan kemiskinan. Selama ini masalah pengangguran mencapai 5,81% dan angka kemiskinan mencapai 28,59 juta atau 11,22%. "Jadi, Gerakan Kewirausahaan ini merupakan salah satu upaya pemerintah mengatasi pengangguran dan kemiskinan," ucap Prakoso.

Selain itu, saat ini Indonesia sedang menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dia menegaskan, suka atau tidak, masyarakat khususnya UKM harus berbenah diri menghadapi persaingan yang semakin ketat. “Banyak peluang bagi UKM meraih potensi pasar dan peluang investasi. Ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, sekarang ini terjadi perubahan perilaku pasar, ciri-cirinya pasar dinamis, kompetitif, dan kecenderungan organisasi membangun jejaring lewat pemanfaatan teknologi informasi (IT). Di era globalisasi menjadikan IT sebagai alat berkomunikasi secara cepat dan akurat. Kegiatan jual beli tidak hanya dilakukan di toko atau lapak. Karena bisa dilakukan di rumah, sehingga berdampak efisiensi terhadap kegiatan usaha.

Sementara itu, Dewan Pembina Santripreneur, Ahmad Sugeng Utomo, optimistis tak hanya 2%. Indonesia bisa mengejar jumlah wirausaha hingga 10% dari total penduduk. "Saya yakin jumlah wirausaha di Indonesia bisa mencapai 10%," ujar pria yang akrab dipanggil KH Gus Ut tersebut.

Meski demikian, untuk mencapai angka 10% wirausaha, menurut dia, semua pihak harus ikut terlibat, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat. “Pemerintah atau Kemenkop dan UKM tidak bisa jalan sendiri, tetapi pemda, pelaku usaha, dan masyarakat juga harus terlibat,” imbuhnya.

Animo mahasiswa dan santri di Yogyakarta dan daerah sekitar juga tampak begitu antusias mengikuti kegiatan Pelatihan Kewirausahaan ini. Tercatat dari 400 undangan yang disebar, peserta yang datang bahkan mencapai 600 mahasiswa dan santri atau melebihi ekspektasi hal ini membuktikan banyak mahasiswa dan santri yang sebenarnya ingin menjadi wirausaha. (njs/dbs/foto: ilustrasi)


Back to Top