Gandeng Real Estate Indonesia, BNI Syariah Jateng Siap Garap Pembiayaan Rumah Bersubsidi Tahun Ini

gomuslim.co.id- Perbankan syariah terus berinovasi dalam menawarkan produk berkualitas yang dibutuhkan masyarakat. Sejumlah potensi pun terus digali demi meningkatkan daya tarik masyarakat untuk menggunakan jasa bank syariah. Salah satu peluangnya adalah tingginya kebutuhan pembiayaan untuk rumah bersubsidi atau rumah Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP).

Baru-baru ini, BNI Syariah tertarik untuk membiayai rumah FLPP tersebut. Rencananya, mulai tahun 2017 ini, BNI Syariah akan bekerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) Jateng. Hal demikian disampaikan Kepala Cabang BNI Syariah Semarang, Pitra Ardiati. Menurutnya, saat ini pihaknya akan mengajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk bisa terlibat mengucurkan rumah FLPP.

"Memang kami belum masuk ke kelas FLPP ini. Dan tahun ini kami akan coba masuk ke sana.  Selama ini kami sudah tetapi hanya untuk rumah komersil saja. Pada 2017 ini kami harapkan bisa ikut masuk membiayai rumah FLPP ini," ujar Pitra di Semarang, Minggu (12/2/2017).

Dia menjelaskan selama ini BNI Syariah hanya membiayai untuk rumah komersil, yang tercatat pada 2016 lalu mencapai Rp 100 miliar. Pada tahun 2017, dia menargetkan kucuran kreditnya bisa tumbuh hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu. "Kami targetkan 2017 ini bisa tumbuh untuk menyalurkan kredit perumahan ini sebesar Rp 150 miliar. Sedangkan khusus untuk FLPP-nya sebesar Rp 30 sampai Rp 50 miliar," jelas dia.

Pitra mengaku pertumbuhan tersebut tak lepas dari kerjasama dengan REI Jawa Tengah. Saat ini sudah ada 45 mitra pengembang yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah Semarang. "Harapannya pada 2017 mendatang jumlah mitra kami meningkat, dan sampai saat ini kami sudah membiayai Rp 7 miliar untuk mitra kami," ungkap dia.

Untuk diketahui, perumahan bagi rakyat berpenghasilan rendah selama ini belum dijadikan lahan garap BNI Syariah. Kini, BNI Syariah menjajaki kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah sederhana dengan segmentasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pitra mengatakan potensi dari pasar rumah sederhana di Semarang dan sekitarnya bisa mencapai 80% dari total pasar yang ada. Oleh karena itu, pihaknya merasa tertarik untuk menjajaki pasar tersebut. “Sudah ada sinyal dari direksi kami, kami akan coba masuk ke sana. Kalau di tahun ini bisa mengerjakan FLPP syukur-syukur di semester pertama, kami optimistis bisa sharing cukup banyak,” katanya.

Dia mengatakan dari penyaluran senilai Rp150 miliar, diharapkan Rp50 miliar atau sepertiga di antaranya dapat masuk ke FLPP. “Kami memperoleh informasi peminat KPR untuk FLPP sangat banyak dan ternyata selama ini bank justru kewahan dengan tingginya permintaan tersebut,” katanya.

Karena itu, untuk mengoptimalkan pasar yang ada pihaknya menggandeng Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah. Pitra mengatakan sejauh ini sebagian pengembang rumah yang menjadi anggota REI sudah bekerja sama dengan BNI Syariah. “Tetapi kami akan terus meningkatkan kerja sama ini dengan menambah jumlah pengembang REI untuk menjadi mitra kerja kami,” katanya.

Selain itu, Pitra mengatakan BNI Syariah akan terus berupaya mempercepat proses pengurusan KPR agar masyarakat memperoleh kepastian. Sejauh ini, kata Pitra, BNI Syariah memiliki keunggulan dibandingkan dengan perbankan lain, salah satunya adalah adanya kepastian dalam pembayaran angsuran. “Masyarakat dapat kepastian yaitu waktu pengembalian hingga 20 tahun dengan angsuran yang tetap, dan ini diminati oleh masyarakat. Mereka tidak perlu takut ada kenaikan angsuran,” tandasnya. (njs/dbs)


Back to Top