Tingkatkan Pendidikan Islam, Satgas TNI Bangun Taman Pengajian Alquran di Perbatasan Papua

gomuslim.co.id- Keerom merupakan wilayah kabupaten di provinsi Papua yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Republik Papua Nugini.

Angin segar berhembus dari para  prajurit TNI dari Yonif 122/Tombak Sakti (TS) yang merupakan satuan tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-PNG di sektor Utara Papua. Pasalnya, mereka bersatu membangun taman pengajian Alquran di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Komandan Kompi Satgas Pamtas Kapten Inf Boimin di Kota Jayapura mengatakan saat ini warga Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Keerom sudah merasa lega, setelah dibangun sebuah Taman Pengajian Alquran yang dibiayai secara swadaya. Inisiatif pembangunan taman bacaan pengajian Alquran ini diprakarsai oleh warga setempat bersama anggota pos Satgas Pamtas Yonif 122/TS.

“Pembangunan itu merupakan sebuah bentuk langkah positif untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan dan sekaligus untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami hanya ingin membantu warga yang meminta tolong," ujar Boimin.

Tak hanya Boimin, Kepala Bamuskam Kampung Pitewi, Lanani juga berpendapat bahwa pembangunan taman pengajian Alquran dibiayai secara swadaya. "Kami berinisiatif membangun taman pengajian ini dan membiayai secara swadaya dari iuran warga. Apalagi kepala keluarga Muslim di kampung ini cukup banyak, sekitar 43 KK," pungkas Pitewi.

Pada kesempatan itu, prosesi peletakan batu pertama pembangunan taman pengajian dihadiri oleh seluruh tokoh kampung termasuk Ondoafi Niko Kera yang juga menjabat Kepala Desa Kampung tersebut.

Saat ini wilayah Papua banyak didatangi oleh para pendatang (penduduk transmigrasi) dari semua pulau di Indonesia terutama di Jayapura dan Keerom,  berdasarkan Wikipedia puncaknya antara tahun 1979 dan 1984, sekitar 535.000 keluarga (hampir 2,5 juta jiwa).

Perkembang Islam di kabupaten Keerom mayoritas dianut oleh pendatang, berasal dari suku jawa, sunda, bugis (Sulawesi) dan suku-suku yang berasal dari luar Pulau Papua, hanya sebagian kecil yang dianut oleh penduduk asli, kebanyakan dari mereka menganut agama protestan dan katolik. Terbukti banyaknya bangunan-bangunan tempat ibadah mereka (non muslim) yang berdiri di kabupaten keerom.

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, Masjid dan mushola dengan mudah dapat ditemukan di kabupaten Keerom. Salah satunya adalah Masjid Al-Ishlah Arso IX yang berada di kampong Intaimilyan Skanto. Tempat ini menjadi salah satu kawasan yang berkembang melalui keberhasilan program transmigrasi sejak masa pemerintahan Soeharto.

Para pengurus masjid dan mayoritas jamaahnya adalah para transmigran muslim dari luar Papua. Aktivitas masjid ini cukup makmur termasuk penyelenggaraan pengajian dengan mengundang Ustadz dari Pulau Jawa. (nat/antara/dbs)


Back to Top