Siap Kembangkan Industri Farmasi Lokal, Ini Kata Menteri Kesehatan Arab Saudi

gomuslim.co.id- Meski berstatus sebagai Negara Islam, Arab Saudi juga terus mengembangkan sektor-sektor lainnya. Selain penghasil minyak, Negara yang dipimpin Raja Salman itu juga melakukan pembenahan dan peningkatan industri farmasi. Peningkatan ini nantinya berada di bawah Program Transformasi Nasional (NTP) 2020.

Hal demikian disampaikan Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa produsen obat-obatan lokal dan pemasok akan melalui laboratorim medis di Council of Saudi Chambers (CSC). Pematangan rencana ini juga dihadiri oleh Departemen Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral, Makanan dan Otoritas Obat dan Komite Industri Farmasi di CSC.

Lebih lanjut, Tawfiq menjelaskan rencana ini memenuhi pertumbuhan kebutuhan kerajaan. “Ada tantangan dalam mencapai tujuan tersebut, tetapi kementerian juga akan memberikan dukungan untuk mengatasi hambatan apapun," ujarnya sebagaimana publikasi resmi dari Zawya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, terkait rencana tersebut, harus ada badan terpadu antara produsen obat untuk bekerja dengan CSC dan Kementerian Kesehatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sedangkan menurut Oxford Business Group, NTP ini bertujuan untuk peningkatan peran manufaktur farmasi lokal di pasar domestik, dari 18 sampai 40 persen dipasar.

Saat ini, tercatat ada 27 produsen farmasi yang beroperasi di kerajaan. Tapi impor produk farmasi bermerek pada tahun 2014 menyumbang 80 persen dari pasar domestik. Pasar farmasi diproyeksikan akan diperluas sebesar 10 persen per tahun antara tahun 2015 dan 2020, mencapai SR51.2 miliar ($ 13.600), hal ini menurut laporan sebuah farmasi dan perawatan kesehatan April 2016 oleh BMI Research.

Pada Juli 2016 laporan penelitian dan perusahaan konsultan Global Data mengatakan Kementerian Kesehatan Saudi berencana menghabiskan $ 18.500 untuk perawatan kesehatan per tahun selama 10 tahun ke depan, dengan fokus pada peningkatan produksi, peralatan medis dan obat-obatan dalam negeri.

Pada bulan April 2015, The Saudi Industrial Development Fund (SIDF) menyetujui SR54.1m ($ 14.4m) pinjaman untuk Dammam Pharma, anak perusahaan dari Saudi Pharmaceutical Industries and Medical Appliances, ditujukan untuk pembiayaan sebagian pembangunan pabrik farmasi di provinsi timur Dammam.

Selain itu, pada Februari 2016 AJA Pharmaceutical Industries, anak perusahaan dari Saudi Chemical Company yang didirikan tahun 2012 untuk memproduksi obat lokal atas nama perusahaan asing di bawah lisensi, menandatangani SR157.5m ($ 42m) kesepakatan pinjaman dengan SIDF untuk sebagian pembiayaan dari perusahaan baru 120.000 fasilitas manufaktur meter persegi di Hail Industrial City.

Di sisi lain, kebutuhan obat-obatan di Arab Saudi pun meningkat. Hal demikian tidak hanya untuk warga setempat, tetapi juga pengunjung dari Negara lain seperti jamaah Haji dan Umrah. Seperti diketahui, sebelumnya vaksin meningitis merupakan salah satu vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi, yang harus diterima oleh para calon jamaah haji dan umrah guna antisipasi pencegahan penyakit. (njs/dbs)

 


Back to Top