Ini Kata Wakil Gubernur Jabar Tentang Pentingnya Edukasi Keuangan Syariah untuk Masyarakat

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah di Indonesia terbilang cukup pesat. Namun demikian, hal ini belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah. Fenomena ini menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha keuangan syariah untuk terus memberikan pemahaman lebih kepada seluruh lapisan masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Bandung, Selasa, (14/02/ 2017). Ia menilai mayoritas masyarakat cenderung masih kurang memahami konsep keuangan dan tidak memiliki pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan. “Kami berharap para pelaku usaha jasa keuangan syariah dapat terus mengedukasi masyarakat atau calon nasabah terkait keuangan syariah,” ujar Deddy.

Lebih lanjut, Deddy menuturkan bahwa edukasi tersebut meliputi karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia, mulai fitur, manfaat, resiko, cara memperoleh, hak, kewajiban, hingga biaya serta denda yang mungkin timbul. “Indeks inklusi keuangan syariah Provinsi Jawa Barat pada 2016 mencapai 21,56 persen atau tertinggi ketiga nasional setelah Aceh dan Maluku Utara. Sementara itu, indeks literasi keuangan syariah di Jawa Barat baru mencapai 7,79 persen,” katanya.

Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) yang digelar OJK pada 2013 menyebutkan bahwa tingkat inklusi keuangan masyarakat di Indonesia masih berada pada angka 59,74 persen. Disebutkan pula 57,28 persen dari penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan tersebut masih didominasi oleh pengguna produk sektor perbankan.

Hal tersebut menunjukkan keberagaman penggunaan produk keuangan di masyarakat Indonesia masih belum merata di setiap sektor jasa keuangan. Berdasarkan hasil survei yang sama, persentase masyarakat yang berada di kelompok well literature hanya sebesar 21,84 persen.

Karena itu, Deddy mengimbau para pelaku usaha jasa keuangan syariah menciptakan produk dan jasa keuangan yang inovatif, menarik, mudah diakses, dan berbiaya murah. “Terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, kaum perempuan, pegawai berpenghasilan rendah, juga pelaku usaha mikro dan usaha kecil,” imbuhnya.

Disisi lain, perkembangan bank-bank syariah menunjukkan kinerja baik dan terus meningkat sehingga memperluas pelayanannya. Seperti Bank Mega Syariah yang kini masuk peringkat "buku dua" sehingga dituntut pelayanan makin bertambah.

Hal itu dikatakan Direktur Utama Mega Syariah, Emi Haryanti, dalam peresmian relokasi Bank Mega Syariah ke Jalan Sunda, Senin (13/02/2017) kemarin. "Kinerja Mega Syariah makin meningkat seperti pada akhir Desember 2016 lalu menunjukkan sisi laba sebelum pajak mencapai Rp 150,9 miliar atau meningkat 800 persen," ujarnya dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar.

Lebih jauh Emi menyatakan, tabungan haji dan umrah menjadi unggulan dalam pelayanan karena sebagian besar penduduk di Jawa Barat adalah Muslim. "Daftar tunggu haji di Jawa Barat sudah mencapai 15 tahun sehingga kaum muslimin harus mempersiapkan diri sejak dini agar bisa segera mendaftar haji," katanya. (njs/dbs)

 

 


Back to Top