Dukung Perkembangan Keuangan Syariah, Sosialiasi KUR Syariah Mulai Digencarkan

gomuslim.co.id- Pembiayaan syariah kini mulai banyak diminati masyarakat. Salah satu yang sedang digencarkan saat ini adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Dorongan ini akan terus dilakukan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan memfokuskan sosialisasi KUR Syariah kepada masyarakat.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, pihaknya bersama pemerintah   membuat skema KUR syariah yang baru dapat disalurkan melalui BRI Syariah dengan plafon sebesar Rp 500 miliar. Karena baru satu lembaga keuangan syariah yang ikut KUR, plafon yang diberikan melalui skema syariah pun belum banyak.

"Realisasinya belum banyak karena memang baru satu lembaga keuangan syariah yang dapat menyalurkan. Jadi kita ingin sosialisasikan ini agar KUR syariah juga lebih berkembang lagi," ujar Muliaman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/02).

Lebih lanjut, Muliaman menjelaskan sosialisasi ini perlu terus dilakukan agar penyaluran KUR syariah bisa lebih banyak. Selain itu, kata dia, pemerintah masih mendorong penyaluran kredit melalui program KUR dengan mengizinkan lembaga keuangan syariah untuk menyalurkannya melalui proses syariah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir menjelaskan, Kementerian Perekonomian terus mendorong KUR Syariah dengan telah mengubah ketentuan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian mengenai KUR agar dapat disalurkan melalui margin syariah.

"Namun, bank-bank masih dalam proses penyesuaian sehingga ke depan pemberian KUR syariah akan dapat direalisasikan," ujar Iskandar. Sejauh ini selain perbankan konvensional, koperasi telah dapat menyalurkan KUR. Namun, koperasi syariah tercatat belum dapat ikut menyalurkan.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Braman Setyo mengatakan, untuk koperasi syariah dipersilahkan untuk mengajukan diri sebagai penyalur KUR Syariah. Nantinya pihak kementerian akan menilai kelayakan koperasi tersebut dalam menyalurkan KUR. "Sejauh ini belum ada yang mengajukan diri jadi penyalur KUR. Tapi kita persilahkan KSP syariah untuk mengajukan ke Kemenkop," ujar Braman.

Selain KUR Syariah yang baru disalurkan pada tahun ini, pemerintah dan OJK pun akan lebih menggencarkan KUR ke sektor produktif seperti pertanian dan perikanan. Ditargetkan penyaluran KUR di sektor produktif  menjadi 40 persen pada tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sejauh ini pihaknya mempersilahkan lembaga pembiayaan manapun termasuk koperasi untuk dapat menyalurkan KUR. Koperasi diyakini dapat membantu menyalurkan KUR sektor produktif karena berada dekat dengan masyarakat seperti petani. Namun, lembaga pembiayaan tersebut harus dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan bersama OJK.

"Walaupun koperasi, kami minta bicara dengan OJK dulu, supaya sama. Jangan sampai nanti back fire. Tahu-tahu NPL (rasio kredit macet) terlalu besar. karena yang susah nantinya petani lho," kata Darmin. Setelah dinilai layak dari segi kelembagaan dan kondisi keuangan, maka nantinya perizinan penyaluran dan pemberian plafon lembaga pembiayaan tersebut akan diurus oleh Kemenko Perekonomian.

Bahkan untuk KUR tahun ini yang sudah ada plafonnya, kata Darmin, masih disisakan plafon sebesar Rp 4 triliun, karena diharapkan ada lagi lembaga pembiayaan yang mendaftar sampai pertengahan  tahun ini. "Kalau sampai kuartal 3 tidak ada yang mendaftar, kami akan bagikan Rp 4 triliun ini ke bank lain, supaya Rp 4 triliun ini habis," ungkap Darmin.

Untuk diketahui, hingga 31 Desember 2016, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 94,4 triliun atau 94,4 persen dari target Rp 100 triliun, dengan suku bunga 9 persen. Sedangkan targetnya naik menjadi Rp 110 miliar di 2017 dengan tingkat bunga yang sama. BRI masih menjadi bank penyalur KUR terbesar dengan plafon sebesar Rp 71 triliun karena memiliki jangkauan lebih luas. (njs/dbs)

 


Back to Top