Arab Saudi Resmi Buka Pusat Kebugaran Khusus Hijabers Akhir Bulan Ini

gomuslim.co.id- Di sejumlah negara, kebebasan wanita untuk melakukan aktivitas di luar rumah seringkali terkendala oleh peraturan yang diberlakukan. Seperti Arab Saudi yang memiliki sejumlah peraturan seperti tidak boleh menyetir mobil, menonton bioskop, dan berolahraga.

Namun, saat ini Arab Saudi mulai memperbolehkan kaum wanita melakukan aktivitas olahraga gym. Pusat kebugaran gym khusus wanita akan hadir di setiap lingkungan. Hal tersebut dinilai sebagai langkah kecil kerajaan itu menuju kemerdekaan wanita.

Tak hanya itu gym tersebut bertujuan untuk memotivasi wanita untuk menjadi lebih sehat. Menurut organisasi kesehatan CDC, obesitas lebih banyak diderita perempuan dibanding laki-laki di Arab Saudi. Namun Kerajaan Arab Saudi tetap tidak memberikan izin bagi perempuan untuk mengikuti olahraga kompetitif, seperti sepak bola, voli, basket, atau tenis.

“Arab Saudi akan mulai memberikan izin gym khusus perempuan pada akhir Februari,” ungkap Wakil Presiden untuk Urusan Perempuan di Otoritas Umum Olahraga, Putri Reema binti Bandar seperti yang dilansir dari publikasi Okaz, Selasa (14/02/2017).

Arab Saudi dikenal sebagai negara yang sangat konservatif dan memberlakukan aturan ketat bagi wanita, bahkan sekolah di sana tidak ada pelajaran olahraga untuk wanita. Hal tersebut disebabkan karena banyak ulama Arab Saudi yang meyakini bahwa kegiatan itu akan menimbulkan dosa.

Kendati demikian, sejumlah pihak mulai menyuarakan hak-hak wanita. Pada Desember lalu, miliarder sekaligus pangeran Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, mengambil sikap untuk melawan peraturan turun-menurun negerinya yang melarang wanita untuk mengemudi.

Sementara itu, Pangeran Alwaleed menulis empat halaman opini di website pribadi yang ia kaitkan ke Twitternya. Pada komentarnya, Pangeran Alwaleed mengatakan sudah saatnya para perempuan Arab Saudi mengemudi mobilnya sendiri.

Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia di mana perempuan tidak diizinkan untuk mengemudi. Menurutnya, larangan negara itu adalah pelanggaran fundamental atas hak-hak perempuan. Tak hanya itu, Arab Saudi juga memiliki persyaratan ketat lain untuk perempuan. Perempuan di sana harus mendapatkan izin dari suami atau saudara laki-laki untuk menerima paspor, perjalanan luar negeri, atau menikah.

Meskipun dilarang, perempuan Arab Saudi semakin banyak yang mendaftar di universitas dan bergabung dengan tenaga kerja. Selain itu, juga ada sejumlah peristiwa penting terjadi pada tahun lalu, di mana perempuan diperbolehkan memilih untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu selama pemilu kota bulan Desember.

Peraturan wanita dalam melakukan olahraga telah sejak lama menjadi topik perdebatan panas di Arab Saudi. Di masa lalu, meskipun secara terbatas para wanita masih boleh berpartisipasi dalam kegiatan olahraga sebelum dikeluarkannya peraturan yang melarang hal itu. Di sekolah-sekolah dan kampus umum tidak boleh ada tim olahraga wanita sehingga tim olahraga profesional wanita juga tidak ada.

Baru pada tahun 2013 dibuka satu-satunya sport center untuk wanita di Khobar yang menawarkan program latihan olahraga termasuk fitness, karate, yoga dan lain-lain. Pada tahun itu juga diumumkan bahwa latihan olahraga diperbolehkan tetapi khusus untuk sekolah-sekolah swasta. Setahun sebelumnya, Arab Saudi untuk pertama kali mengirimkan dua orang atlit wanita ke Olimpiade London. Dua orang atlet tersebut adalah seorang atlet pelari yang finish di tempat terakhir dan seorang atlit Judo yang KO dibawah dua menit. (nat/dbs)


Back to Top