Kini Kampung Arab Resmi Jadi Destinasi Wisata Budaya dan Religi di Kota Palembang

gomuslim.co.id- Pariwisata Halal Indonesia makin meluas ke berbagai daerah nusantara. Tak hanya melulu Lombok, Aceh, dan Sumatra Selatan, kini daerah-daerah lain pun ikut turun tangan mengembangkan potensi pariwisata halal nusantara. Salah satunya Sumatra Selatan yang kini telah resmi mempunyai Kampung Arab sebagai destinasi wisata religi dan budaya di Kota Palembang.

Adalah Kampung Al Munawar di kawasan 13 Ulu yang kini resmi sebagai destinasi wisata budaya dan religi di Palembang. Peresmian tersebut berlangsung pada Sabtu pekan lalu (11/02/2017). Rencananya, sejumlah rumah tua juga akan diplot sebagai homestay demi menyambut perhelatan Asian Games 2018 dan MotoGP.

Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin mengatakan kampung ini sangat luar biasa karena di seluruh Indonesia tidak ada yang seperti ini. Mulai dari hulu dan sepanjang Sungai Musi, bergulir keberagaman budaya.

Untuk itu, Alex mengimbau kepada  seluruh masyarakat sekitar agar terus bersama-sama menjaga dan melestarikan kampung Al-Munawar. Dari segi kebersihan dan keamanan. "Kampung ini milik kita semua, kalau ini maju akan memberikan manfaat bagi kita semua. Jadi, mari kita jaga kampung ini. Yakinlah, semakin lama akan makin bagus," kata Alex seperti dilansir dari publikasi SumatraEkspres.

Selain itu, kata Alex, banyak keunikan yang dapat ditemui di kampung Arab yang ada lebih dari 300 tahun itu. “Inilah yang sebagai ahli waris, harus kita jaga. Sebab, baru dipoles sedikit saja, wisatawan sudah banyak yang berkunjung. Ke depan, kita harus membangun bersama,” ajak Alex.

Menyambut baik hal tersebut, salah satu tokoh masyarakat Kampung Al Munawar, Syarif, mengungkapkan salah satu pilihan bagi wisatawan yang akan datang berkunjung. Pihaknya bersama warga menyediakan sarung bagi laki-laki serta penutup aurat bagi perempuan. Menunjukkan norma dan budaya kesopanan yang selalu dijaga.

Sama seperti di beberapa kawasan lain seperti juga di Bali, di mana para wisatawan juga tidak diperkenankan, khususnya wanita untuk mengenakan celana pendek dan tampil membuka aurat. “Untuk pria jangan memakai celana pendek. Bagi wanita, bisa disediakan penutup sehingga tidak mengganggu norma dan budaya yang telah ada selama ini,”ujarnya.

Tak hanya penataan di kampung Al Munawar, ke depan Pemkot Palembang juga akan melakukan penataan kembali terhadap kawasan kampung Kapitan sehingga wisata budaya di Palembang ini akan menjadi prioritas dan tujuan dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk diketahui, kampung Arab Al-Munawar hingga kini tetap terjaga kelestariannya meskipun sudah berusia ratusan tahun. Pertama kali dibangun oleh Syed Abdurrahman bin Muhammad Al Munawar (keturunan Yaman yang menikah dengan putri Sultan, yakni Masayu Bariyah).

Kampung Al Munawar merupakan kampung pemukiman Arab pertama di Palembang, dan terletak di tepian Sungai Musi. Asal mula nama dari kampung Al-Munawar adalah nama yang diambil dari seorang tokoh yang dihormati warga setempat yakni Habib Abdurrahman Al Munawar. Ia adalah salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di masa awal masuknya Islam ke Palembang.

Kampung Arab Go International

Pada suatu kegiatan bertajuk ‎'Potential development of religious tourism of Al- Munawar vilalage ' yang diselenggarakan ALSA Local Chapter Unsri, di Kampung Arab, sejumlah element masyarakat yang hadir sepakat untuk mengembangkan potensi wisata religi di Kampung Arab, November 2016 lalu.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Asian Law Student Association (ALSA) Local Chpater Universitas Sriwijaya bersama Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, DPRD Sumsel dan puluhan organisasi muda lainnya sepakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata di Kampung Al-Munawar atau yang akrab disebut Kampung Arab Palembang.

Director ALSA Local Chapter Unsri, Fitrah Yudha Frasetya mengatakan, ALSA ingin menjadikan Kampung Arab sebagai destinasi wisata internasional. Menurutnya, pengembangan Kampung Arab harus dikelola dengan baik.

"Jika di Candi Prambanan itu ada yang jual souvenir, di Kampung Arab ke depannya begitu juga," kata Fitrah.

Selain itu, Ketua Komisi V DPRD Sumsel, H Fahlevi Maizano SH MH yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan support kepada mahasiswa yang tergerak untuk mengembangkan potensi wisata Kampung Arab.

"Perlunya motivasi dan inovasi dalam pengembangan potensi kampung Arab. ‎Untuk mengembangkan potensi wisata Kampung Arab. Perlunya menggali kekhasan dan keunggulan Kampung Arab. Kampung Arab ini tak terlepas dari sejarah Kota Palembang, Sumatera Selatan. Disini sangat kuat kekerabatannya. Jadi tepat sekali jika Kampung Al Munawar ini dijadikan percontohan potensi wisata, karena begitu khas ke daerahannya," paparnya.

Mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat berikut pemerintah, dimintanya untuk bersama-sama membangun potensi Kampung Arab. "Jangan hanya website saja, cari keunggulan, ke khasan yang ada di Kampung Arab ini," pungkas Fahlevi. (fau/dbs)


Back to Top