Begini Aksi Bersih-Bersih Masjid Istiqlal oleh Komunitas Pencinta Alam Jakarta

gomuslim.co.id- Program bersih-bersih Masjid Istiqlal berjalan lancar. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut perayaan Milad Masjid Istiqlal ini diikuti oleh kalangan muda, salah satunya dari kelompok pencinta alam. Menariknya, kegiatan bersih-bersih masjid ini melibatkan pemuda yang beragama beda-beda.

Tercatat sekitar 200-an pecinta alam dari sejumlah universitas di Jakarta dan para pelajar ikut terlibat dalam aksi sosial ini. Mereka membersihan seluruh sisi, mulai dari halaman, bagian dalam, hingga atap dan menara Masjid Istiqlal. Untuk menara Masjid Istiqlal yang tingginya sekitar 100 meter, pembersihan dilakukan oleh para pecinta alam yang sudah terlatih dan profesional.

Rencananya, Milad Masjid Istiqlal ke-39 akan dirayakan pada 22 Februari 2017 mendatang. Menurut kepala protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, masjid ini kerap menerima tenaga sukarela untuk membersihkan masjid dari komunitas atau perusahaan tertentu. Namun, untuk relawan dari komunitas pecinta alam, ini baru pertama kalinya.

"Kita bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, mereka yang datangkan komunitas pencinta alam itu," kata Abu, Selasa (14/2/2017).

Koordinator aksi bersih-bersih Masjid Istiqlal, Virzal, mengatakan, kegiatan ini mulai dilakukan sejak 12 Februari 2017 atau telah berlangsung selama tiga hari. "Kita dari kumpulan pencinta alam ingin ada kegiatan, niatnya menghidupkan kembali gotong royong, dan kebetulan Masjid Istiqlal akan milad, jadilah aksi ini," kata Virzal disela acara bersih-bersih di Masjid Istiqlal.

Virzal mengatakan sejak dibuka pada Jumat (10/2/2017) aksi bersih-bersih ini sudah menerima relawan lebih dari 200 orang, mereka datang dari berbagai komunitas dan atas nama pribadi. Relawan yang datang sebagian besar berasal dari dari komunitas pencinta alam perguruan tinggi di berbagai wilayah di Indonesia. "Kita juga menerima murid-murid sekolah, kemarin ada rombongan dari Labschooll, kita kasih bagian untuk area yang bisa mereka jangkau seperti tempat wudhu," Kata dia.

Aksi ini kemudian mendapat bantuan dari asosiasi cleaning service yang menyumbangkan ilmu cara membersihkan debu dan kotoran, karena membutuhkan penanganan khusus. "Mereka juga sumbang chemical, akhirnya area pembersihan di tambah ke toilet dan tempat wudhu," kata dia.

Virzal menyebutkan aksi bersih-bersih Masjid Istiqlal ini murni sukarela dari komunitas pencinta alam dan tidak menerima sokongan berupa dana dari pihak manapun. "Kalau donatur makanan banyak, donatur majun (lap) juga ada, kalau untuk peralatan saja masing-masing anggota kalau punya silahkan bawa sendiri," kata dia.

Mereka mulai bekerja mulai pukul 08.00, dan berakhir pada pukul 17.00. Tim yang bekerja dibagi menjadi beberapa bagian, ada yang membersihkan siring-siring, tower setinggi 90 meter dan sebagian membersihkan area toilet dan tempat wudhu.

"Tahap membersihkannya mulai dari gosok dulu pake sabut, lalu kasih air, tambahkan sabun dan gosok lagi hingga bersih, terkahir dibilas pakai majun bersih," kata Tami (46) relawan yang mendaftarkan diri aksi bersih-bersih ini.

Tami bersama seorang temannya Ami (53) sudah seharian area siring-siring saat Warta Kota menemuinya. Di sela kesibukannya membersihkan siring-siring, dia mengatakan, enjoy-enjoy saja mengerjakan pekerjaan yang tidak biasa ini. "Ini kan debunya tebel-tebel jadi harus digosok berulang-ulang, butuh beberapa jam untuk membersihkan satu bagian siring-siring, itupun dikeroyok empat orang," kata Ami.

Tami dan Ami mengaku sengaja mengikuti kegiatan ini karena menurutnya ini merupakan suatu hal yang baru, sehari-hari, keduanya sibuk dengan usaha yang dirintisnya sendiri. "Ini kegiatan positif, sangat positif, bersih-bersih bisa sekalian kumpul sama teman-teman," kata keduanya kompak.

Hingga saat ini, Virzal mengatakan, sudah lebih setengahnya tiga area dibersihkan, dan pekerjaan hampir rampung menjelang akhir batas waktu yang telah  ditentukan pada Rabu (15/02/2017). "Tapi kita tengah berkoordinasi untuk perpanjang waktu bersih-bersih, karena bukan target berapa luas area yang dibersihkan, tapi kita ingin ini menjadi budaya gotong royong," imbuhnya. (njs/dbs)

 

 


Back to Top