Begini Potret Kebebasan Berekspresi Umat Islam di Negeri Tango Argentina

gomuslim.co.id- Islam terus berkembang di sejumlah Negara. Salah satunya di Argentina. Tidak hanya populasi muslim yang bertambah banyak, tetapi kebijakan pemerintah Negara di Amerika Latin ini pun kini memberikan kebebasan penuh bagi muslim untuk beribadah. Lahirnya undang-undang pada enam tahun lalu menjadi angin segar sekaligus ruang lebih luas bagi umat Islam.

Di negeri Diego Maradona  itu kaum Muslimah bisa mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Muslimah di negeri itu bisa mengenakan jilbab dalam foto yang dicantumkan dalam kartu tanda penduduk (KTP).

Sekretaris presiden Argentina saat itu, Cristina Fernandez mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan pesan untuk semua negara di dunia. “Ini yang dapat kami tampilkan terkait perbedaan yang kami miliki untuk kehidupan yang lebih baik. Pemandangan yang berbeda,  terutama mengenai keyakinan, tidak pernah menekan keyakinan lainnya,” ujarnya sebagaimana publikasi dari laman web Press TV.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membantu kaum Muslim di Argentina agar cepat berbaur atau terintegarasi dengan masyarakat lainnya. Kebijakan itu tentu saja disambut hangat oleh ulama Argentina, Samir Salech. Ia menilai, lahirnya UU itu memungkinkan perempuan Muslim di Argentina tak perlu melepas jilbabnya saat akan berfoto untuk KTP-nya.

Argentina merupakan salah satu negara di bagian selatan benua Amerika Selatan terletak di antara pegunungan Andes di barat dan Samudra Atlantik di selatan. Secara geografis, Argentina berbatasan dengan Paraguay dan Bolivia di sebelah utara, Brasil dan Uruguay di timur laut dan Cile di sebelah barat.

Menurut Pew Report, pada 2009, jumlah umat Islam di Argentina mencapai 784 ribu atau 1,9 persen dari total populasi. Katolik merupakan agama mayoritas di negara beribu kota Buenos Aries itu.

Sementara itu, berdasarkan data dari Asosiasi Data dan Arsip Agama (ARDA) Argentina, setidaknya ada sekitar dua persen dari total penduduk Argentina, atau sekitar 400 ribu hingga 500 ribu orang, mengaku sebagai Muslim. Perkembangan Islam dan komunitas Muslim di negara tersebut pun dianggap berbeda jika dibanding kondisi di Eropa atau Amerika Utara.

Masyarakat Argentina dianggap lebih terbuka dan dapat menerima kehadiran budaya-budaya Islam. Komunitas Muslim dapat beribadah dengan lebih leluasa. "Tidak ada diskriminasi di Argentina, terutama terhadap Muslim. Muslim di Argentina bisa beribadah di mana saja tanpa mendapatkan gangguan," tulis Vincent Lofasso sebagaimana publikasi dari MuslimVillage.

Di kota Buenos Aires terdapat masjid yang terkenal. Masjid yang terletak di Alberti St,  tepat di tengah Kota Buenos Aires itu dibangun pada 1989. Menurut laman wikipedia, terdapat sejumlah masjid yang tersebar pada berbagai kota di Argentina.

Di Argentina juga berdiri sebuah masjid terbesar di Amerika Latin. Masjid itu bernama The King Fahd Islamic Cultural Center. Masjid itu selesai dibangun pada 1996 berkat bantuan dari pelayan Dua Masjid Suci , yakni raja Arab Saudi. Luas masjid itu mencapai 20 ribu meter persegi. Luas tanah yang dihibahkan Pemerintah Argentina untuk pembangunan masjid itu mencapai 34 ribu meter persegi.

Islamic Center bernilai 30 juta dolar itu terdiri atas masjid, perpustakaan, dua sekolah, dan sebuah taman. Masjid itu terletak di Palermo, Buenos Aires.  Argentina juga menjadi pusat atau markas Organisasi Islam Amerika Latin (IOLA). Organisasi itu tercatat paling aktif dalam menyerukan pentingnya persatuan Islam di Amerika Latin.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Argentina memang banyak kedatangan imigran-imigran dari Timur Tengah, terutama dari Libanon dan Suriah. Penerimaan positif masyarakat Argentina terhadap Islam ini pun dapat terlihat dengan banyaknya Islamic Center di seluruh Argentina. Bahkan, ada dua masjid besar di Argentina, yaitu Masjid Pusat, yang dibangun pada 1989, dan King Fahd Islamic Culture Centre, yang diklaim sebagai masjid terbesar di Amerika Selatan.

Perhatian terhadap komunitas Muslim di Argentina pun meningkat pada akhir dekade 80-an. Tepatnya saat Carlos Menem menjabat sebagai Presiden Argentina. Menem menjadi satu-satunya Presiden Argentina yang memiliki hubungan dengan dunia Arab. Pada saat masih kecil, Menem memang dibesarkan oleh dua orang imigran asal Suriah. (njs/dbs)


Back to Top