Produk Halal Indonesia Ikut Ramaikan Ajang Halal Expo Australia 2017

gomuslim.co.id- Pengenalan produk halal terus dilakukan oleh komunitas muslim Australia. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Halal Expo baru-baru ini. Acara rutin tahunan tersebut pun selalu diikuti oleh muslim Indonesia. Tahun ini, melalui Konsulat Jendral (Konjen) Republik Indonesia (KJRI)  turut berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Dalam kegiatan ini, produk halal tidak hanya dikenalkan kepada muslim saja, tetapi juga non muslim. Bertempat di Rosehill Gardens Racecourse, kota Sydney, KJRI Sydney menggandeng Indonesian Trade Promotion Centre dan Indonesian Investment Promotion Centre dengan menampilkan produk-produk lain seperti kosmetik, fesyen, layanan pariwisata, hingga jasa keuangan.

“Kami sudah berpartisipasi beberapa kali sejak tahun 2015, tapi baru tahun ini bisa dikatakan keterlibatan kami lebih besar lagi tidak hanya membuka stand produk-produk halal dari Indonesia," kata Konjen RI di Sydney, Yayan Mulyana.

Selain itu, Indonesia juga menampilkan beberapa pembicara di acara Halal Expo 2017 Sydney. Yayan menjelaskan Indonesia mendapat panggung dengan menghadirkan dua pembicara, yakni Dr Amin Hady, salah satu tokoh Muslim Indonesia di Australia dan Miriam Tulveski, staff dari Visit Indonesia.

"Dr Amin menjelaskan soal Islam di Indonesia dan gaya hidup halal, sementara Miriam memaparkan soal wisata halal di Indonesia. Kami juga menampilkan dua tarian, yakni tarian Minang dan tari Saman dari Aceh,” ujar Yayan.

Stand yang dibuka oleh Konjen RI diungkap Yayan mendapat respon yang cukup baik dari pengunjung. "Terutama di hari kedua, karena kami bekerja sama dengan sejumlah distributor produk-produk halal dari Indonesia," ucapnya.

Yayan juga mengungkapkan ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan dalam kerja sama Indonesia dan Australia menyangkut industri halal. "Kami sedang mengembangkan peta jalan, salah satunya dengan membawa sejumlah perusahaan di industri makanan, kosmetik, fesyen, yang rencananya akan dibawa ke Indonesia pada bulan April," katanya.

Menurutnya, pangsa pasar halal semakin berkembang, salah satunya di dunia fesyen Muslimah. Dalam laporan Global Islamic Economy, perempuan Muslim telah menghabiskan hingga $230 miliar, dan jumlah ini akan meningkat hingga $327 miliar di tahun 2019. “Ini potensi yang sangat besar bagi Indonesia dan Australia untuk bisa bekerja sama memanfaatkan peluan ini," jelasnya.

Saat ini, produk makanan asal Indonesia dan pariwisata menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pelayanan sesuai syariah. Tidak hanya itu, ia juga menilai Indonesia dan Australia bisa sama-sama mengembangkan dan kerjasama produk seperti makanan, fesyen, kosmetik, untuk bisa meraup pasar halal di Eropa.

"Indonesia saat ini dipercaya untuk urusan sertifikasi halal. Di Australia sendiri, halal dan syariah menjadi dua topik yang sedang hangat dibicarakan. Beberapa politisi, seperti misalnya Pauline Hanson dari Partai One Nation dan Senator Jacqui Lambie dari Tasmania, memberikan kritikan yang cukup tajam soal aturan syariah dan halal produk,” paparnya.

Di sisi lain, Yayan mengatakan bahwa peluang bekerja sama dengan Indonesia di industri halal tetap ada. "Sebenarnya dalam kondisi apapun, potensi kerja sama selalu ada. Australia sendiri memiliki sifat multikultur dan ini sudah menjadi realitas adanya kebutuhan halal," tandasnya. (njs/dbs)


Back to Top