Gaet Wisatawan Muslim, Kota Bogor Akan Miliki Halal Food Center di Kawasan Taman Sempur

gomuslim.co.id- Keberadaan lebih dari 10.000 pedagang kaki lima atau pengasong di Kota Bogor menjadi pekerjaan berat bagi pemerintahan Bima Arya Sugiarto dan Usmar Hariman. Diperkirakan untuk satu pengasong memerlukan ruang seluas 25 meter per segi untuk berusaha secara optimal. Maka diperlukan minimal 25 hektar untuk menampung dan menata semua Pedagang Kaki Lima (PKL).

Salah satu mimpi yang ingin diwujudkan ialah kerja sama membangun pusat kuliner halal. Pemerintah bertugas menyediakan lahan dan menentukan pedagang. Perbankan bertugas membiayai pembangunan, menyalurkan modal bagi pedagang, memperkuat sistem pengelolaan agar kuliner yang dijajakan berkualitas prima, higienis, halal, dan berharga jual rasional atau tidak kemahalan.

Sementara itu, penataan PKL di sekitar Taman Sempur tampanya tak lama lagi akan segera terealisasi. Pasalnya, anggaran, masterplan hingga Detail Engineering Design (DED) untuk penataan zona PKL tersebut telah dipersiapkan.

Kepala Bidang Perekonomian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah (KUKM) Kota Bogor, Tri Irijanto mengungkapkan bahwa anggarannya sendiri berasa dari dana CSR sebesar Rp 1,2 miliar, seperti yang dilansir dari publikasi TribunnewsBogor.

“Namun ada sedikit kendala yang membuat rencana penataan PKL tersebut hingga kini belum terlaksana. Semuanya sudah kita persiapkan hanya saja Izin Membangun Bangunan (IMB) belum keluar, jadi kita terkendalanya di situ saja," kata Tri.

Pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab belum keluarnya IMB tersebut. "Kami sudah dua kali mengajukan usulan, yang pertama kami mungkin terkait masalah anggarannya, tapi sudah terselesaikan, dan sekarang belum tahu kenapa belum turun IMBnya," pungkasnya.

Nantinya akan ada sebanyak 22 PKL yang akan menempati zona PKL itu. "Letaknya dekat lapangan basket sempur, nanti akan 22 PKL yang akan ditata, PKL tersebut merupakan hasil seleksi berdasarkan lama mereka berjualan di sekitar sempur dan lain sebagainya," jelas Tri.

Kemudian zona PKL di kawasan tersebut hanya akan diisi oleh para pedagang makanan dan minuman. "Nanti kita beri nama Halal Food Centre," tukas Tri berharap.

Selain itu, Walikota Bogor Bima Arya berharap Taman Sempur tidak hanya digunakan sebagai kawasan olahraga, tapi pusat kuliner halal bagi masyarakat Bogor maupun pendatang. Bogor meneguhkan dirinya sebagai kota yang ramah terhadap makanan halal.

Dengan keberadaan gedung Global Halal Center (GHC) yang kini sudah berusia sekitar 1 tahun, program Bogor Kota Halal semakin menjadi kenyataan. Program pemerintah Kota Bogor yang dibangun atas kerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia LPPOM MUI (LPPOM-MUI) ini menjadikan GHC sebagai pusat pengkajian dan penelitian yang terkait dengan produk-produk halal yang sangat dibutuhkan masyarakat. (nat/dbs)


Back to Top