Rusun Pondok Pesantren Resmi Diluncurkan di Jambi

gomuslim.co.id- Pondok Pesantren merupakan tempat belajar agama bagi santri. Terkadang, para santri ini tinggal di tempat yang kurang layak dan nyaman. Minimnya bangunan yang luas terkadang tidak mampu menampung banyaknya santri yang mondok di Pesantren. Hal ini menjadi permasalahan umum bagi lembaga pendidikan agama tertua di Indonesia ini.

Baru-baru ini, Gubernur Jambi, Zumi Zola, meresmikan penggunaan rumah susun (Rusun) Pondok Pesantren An-Nur. Pesantren yang menampung sekitar 250 orang santri ini berada di  Desa Tangkit, Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Rampungnya pembangunan Rusun Pondok Pesantren tersebut, para santri kini bisa tinggal di rumah layak huni.

Turut hadir dalam acara peresmian rusun Pondok Pesantren tersebut, Direktur Rumah Swadaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Raden Joni Subrata dan anggota Komisi V DPR, HA Bakri. Dalam sambutannya, Zumi Zola berharap dengan rampungnya pembangunan rusun Pondok Pesantren An-Nur Tangkit dapat menjadi solusi terhadap kesulitan rumah para santri di ponpes tersebut selama ini.

“Kesulitan rumah pemondokan untuk santri di ponpes itu selama ini membuat mereka kurang nyaman. Sedangkan pihak Yayasan Pondok Pesantren An–Nur Tangkit tidak mampu membangun rumah layak untuk ratusan santri," ujar Zumi Zola, Kamis (16/02/2017) kemarin.

Lebih lanjut, Zumi Zola menuturkan Rumah susun yang dibangun dengan dana Rp 8,6 miliar ini mampu menampung 250 orang santri. “Para santri sudah bisa nyaman tinggal dan belajar karena mereka sudah memiliki pemondokan yang layak. Rumah susun ini juga sudah memiliki tempat tidur, lemari, meja dan kursi," katanya.

Menurut dia, Pondok Pesantren mempunyai peran strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik dari segi ilmu pengetahuan maupun segi pembangunan karakter. Peran ponpes membangun kualitas sumber daya manusia nerkarakter belakangan ini semakin penting, khususnya menghadapi penyakit-penyakit masyarakat yang semakin meresahkan seperti masalah narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba), pergaulan bebas dan tindak kriminal.

"Saya berharap lulusan pondok pesantren bisa menjadi para kiai, para ustad, ulama, dan para tenaga-tenaga profesional yang berdaya saing tinggi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jambi siap memberikan beasiswa kepada lulusan-lulusan terbaik ponpes ini," ungkapnya.

Selain Rusun Pondok Pesantren, pemerintah Provinsi Jambi juga berencana membangun Rusun Rumah Sakit Abdul Manaf di kawasan Mayang Kota Jambi. Rusun ini akan dibangun sebanyak lima lantai dan 70 hunian dan akan dihuni oleh pegawai Rumah Sakit. Pembangunan Rusun RS ke dua di Provinsi Jambi ini menggunakan dana dari APBN dengan anggaran Rp 21 Miliar

“Rusun ini ditujukan untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan, bisa dokter, bidan, perawat, apoteker, yang nanti dipercayakan kepada Direktur Rumah Sakit untuk menentukan siapa-siapa untuk calon penghuninya,” katanya.

Dengan adanya Rusun tersebut nantinya diharapkan bisa mempengaruhi kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Sebab, saat ini masih banyak tenaga kesehatan dan media yang mengontrak rumah. “Dua targetnya, pertama kesejahteraan dari tenaga medis bisa meningkat, kedua kalau kesejahteraannya mereka diperhatikan, mudah-mudahan pelayanannya lebih baik lagi dari sebelumnya,” imbuhnya. (njs/dbs) 


Back to Top